Ayah dari Nashira Bachrain yang selalu tertarik dengan sisi-sisi humanis di balik fenomena keseharian. Sejak kali pertama berkarier di harian olahraga TopSkor, penulis menceburkan diri dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola. CNNIndonesia.com kini menjadi tantangan selanjutnya.
Jakmania Memulai Pesan Damai, Bobotoh Dinanti
Ahmad Bachrain | CNN Indonesia
Minggu, 14 Jul 2019 10:12 WIB
Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi CNNIndonesia.com
Jakarta, CNN Indonesia -- Cita-cita bersama mewujudkan perdamaian antarsuporter sepak bola Indonesia, termasuk di Liga 1, tak semestinya hanya sebatas kata-kata.Setidaknya demikian yang diupayakan The Jakmania. Pendukung Persija Jakarta itu mencoba membuktikan keinginan kuat menghentikan kekerasan antarsuporter bukan sekadar jargon.
Baru-baru ini Kepala Bidang Koordinator Lapangan Jakmania, Ahmad Syarief, mengungkapkan pihaknya melindungi Bobotoh penyusup pada laga Persija vs Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Rabu (10/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Griezmann Sangat Kecewa dengan Atletico |
Suasana laga di GBK saat Persija menjamu Persib. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
"Yang penting, kami sudah melakukan yang terbaik dan berusaha untuk menjunjung perdamaian. Ini akan jadi contoh mendatang, dunia kerusuhan suporter berakhir."
Ahmad mengakui cara-cara yang dilakukan mereka untuk melakukan pengamanan tersebut memang tidak mudah. Terlebih dalam mengidentifikasi suporter yang dicurigai sebagai Bobotoh.
Mereka lantas berusaha sepintar mungkin untuk mengidentifikasi fan-fan yang dicurigai berasal dari kubu 'seberang'.
Sejumlah Jakmania bersantai jelang laga Persija vs Persib di GBK. (CNN Indonesia/Aria Ananda) |
"Jadi ketika berlaga, kalau ada satu atau dua orang tidak senada, ya sudah pasti [penyusup]. Mereka biasanya kalau Persija sedang membangun serangan, malah lihat ponsel. Jadi sudah kelihatan. Lima sampai 10 menit jelang pertandingan berakhir, kami sudah bergerilya."
Kejelian dan pengalamannya sebagai suporter menjadi kunci bagi mereka dalam mengenali sesama pendukung klub sepak bola.
"Kalau suporter asli, pasti akan bersorak. Yang mengerti suporter ya hanya suporter. Nah, refleknya dia ketika timnya dia gagal menyerang."
Upaya itu yang sejatinya menjadi pesan damai demi mengikis habis kekerasan antarsuporter. Cara-cara antisipatif secara kolektif ini pula yang juga sangat diharapkan dari para Bobotoh melalui komunitas suporter seperti Viking dan Bomber untuk memulai hal yang sama.
Ketua Viking Persib Club, Herru Joko, sebagai salah satu representasi Bobotoh secara terbuka memuji sikap Jakmania tersebut. Sudah saatnya pula mereka menyambut inisiatif para pendukung Macan Kemayoran dengan balasan setimpal.
Lihat juga:Mihajlovic Bertarung Lawan Kanker Darah |
Membunuh Kredo Hebat karena Nekat
Ahmad dan kawan-kawan sepertinya sadar betul, imbauan agar suporter tim rival tidak ke GBK tak sepenuhnya efektif.
Tetap saja ada kebocoran. Sejumlah suporter fanatik klub lawan masih memaksa datang ke markas tim lawan dalam sebuah pertandingan.
Jakmania juga belajar dari kasus Haringga Sirla, salah satu anggota yang meninggal karena dikeroyok para oknum Bobotoh.
Rekonstruksi penyerangan terhadap anggota Jakmania Haringga Sirla oleh para tersangka di GBLA. (Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi) |
Hebat karena nekat, begitu kira-kira nilai-nilai yang terbentuk, seolah menjadi semacam inisiasi untuk menjadi suporter sejati.
Suporter sejati itu mereka yang rela menyambut maut sekali pun demi klub kesayangan. Nilai-nilai sarat kekerasan ini pula yang pada akhirnya menjadi salah satu penguat identitas menjadi suporter fanatik, terutama di barisan garis keras.
Mengutip dari Antropolog simbolisme dan interpretatif, Arnold van Gennep, ajang uji nyali itu jadi semacam rites of passage atau inisiasi dalam kehidupan para suporter.
Gejala maskulinitas di antara para suporter yang notabene rata-rata belia ini juga pernah diulas oleh ahli Gender dan Fenimisme, David Plummer dan Stephen Geofroy dalam essay: When Bad is Cool: Violence and Crime as Rites of Passage to Manhood.
Menjadi nakal ,menjadi terlihat keren dan 'laki-laki banget'. Tidak menggubris imbauan agar tidak nekat ke stadion demi mencegah jatuh korban jiwa jadi sesuatu yang hebat.
Acara nonton bareng atau nobar Persija Jakarta vs Persib Bandung yang digelar Polrestabes Bandung dipindah ke Lapangan Gasibu, Rabu (10/7/2019). (CNN Indonesia/Huyogo) |
Nilai-nilai maskulinitas dan budaya kekerasan itu pula yang kerap dibagikan di antara para remaja. Menjadi keren dengan cara uji kejantanan itu pula yang menjadi nilai yang diterima bersama dalam peer group.
Imbauan dan pesan-pesan simbolik semata apalagi yang sifatnya elitis tidak menyentuh ke akar rumput. Itulah sebabnya silaturahmi atau jambore antarsuporter yang pernah dilakukan tidak benar-benar menghentikan kekerasan para suporter sepak bola,
Tak ada pilihan selain dari akar rumput yang sepatutnya memulai mengikis nilai-nilai kekerasan tersebut di antara para suporter.
Lihat juga:Gaji Messi Kalahkan Ed Sheeran |
Perdamaian dan harmonisasi antarsuporter tak akan bisa tercipta jika hanya sebatas jargon. Dia selalu menekankan cita-cita bersama itu bisa diwujudkan dengan melakukan hal-hal natural.
Ferry meyakinkan tidak terlalu perlu upaya-upaya seremonial semacam jambore dan lain sebagainya demi mengikis budaya kekerasan.
Biarkan upaya-upaya sederhana terus dipertahankan di level yang lebih nyata secara natural. Usaha kolektif yang dilakukan para Korlap Jakmania dalam melindungi para Bobotoh di GBK merupakan perwujudan dari manifestasi itu.
Ketua The Jakmania Ferry Indrasjarief. (CNN Indonesia/Jun Mahares) |
Ibarat koreo suporter di tribune, Persija sudah memulai 'Mexican Wave'. Giliran Bobotoh yang melanjutkan sehingga menjalar ke semua kelompok suporter.
Kenapa Bobotoh? Karena mereka termasuk salah satu basis fan besar dan mendarah daging di sepak bola tanah air. Mereka bisa menjadi role model di antara kelompok suporter lainnya.
Lihat juga:Menanti Keputusan Pensiun Rossi di MotoGP |
Tak ada dendam dengan kasus kematian Haringga Sirla. Sebaliknya, Jakmania justru sudah memulai pesan damai melalui tindakan nyata melindungi Bobotoh di GBK.
Lamun Bobotoh kumaha? (har)
Suasana laga di GBK saat Persija menjamu Persib. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Sejumlah Jakmania bersantai jelang laga Persija vs Persib di GBK. (CNN Indonesia/Aria Ananda)
Rekonstruksi penyerangan terhadap anggota Jakmania Haringga Sirla oleh para tersangka di GBLA. (Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Ketua The Jakmania Ferry Indrasjarief. (CNN Indonesia/Jun Mahares)