Tidak pernah meraih kemenangan di MotoGP lebih dari dua tahun, terpuruk di paruh pertama musim 2019, dan tertinggal 105 poin dari Marc Marquez di klasemen sementara. Itu adalah sejumlah catatan buruk Rossi musim ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika melihat performa, Rossi merupakan pebalap ketiga terbaik Yamaha di hingga paruh musim MotoGP 2019 di belakang Maverick Vinales dan Fabio Quartararo. Nama terakhir memang kalah dari Rossi secara torehan poin di klasemen, tapi potensi Quartararo justru melebihi The Doctor.
Performa Valentino Rossi makin terpuruk usai tampil apik di awal musim 2019. (Claudio Giovannini/ANSA via AP) |
Desakan agar Rossi pensiun dari MotoGP sudah muncul dalam beberapa musim terakhir. Terakhir legenda asal Italia yang memegang rekor gelar juara dunia Grand Prix sepeda motor, Giacomo Agostini, menyarankan Rossi untuk pensiun.
"Rossi coba melakukan yang dia bisa, tapi dia sudah habis dan ini menciptakan persoalan baginya. Rossi sudah mencapai banyak hal, namun tahun-tahun itu telah berlalu. Maradona, Muhammad Ali, Eddy Merckx [legenda sepeda] sudah lewat masanya. Begitu pula saya. Jika tidak, saya pasti masih balapan," ujar Agostini.
"Ada beberapa hal yang hanya bisa saya rasakan dan saya akan tahu momen ketika saya tak lagi menginginkan balapan. Ada banyak hal yang tentunya bergantung pada hasil, jadi jika ketika Yamaha tak mampu menemukan solusi, maka terus melanjutkan [karier] kemungkinan hanya akan jadi masalah," kata Rossi.
Andai Rossi benar-benar memutuskan pensiun dari MotoGP akhir musim ini, maka kita tinggal punya sepuluh seri balapan untuk bisa menikmati aksi The Doctor di pengujung kariernya. Sebuah aksi yang mungkin akan kita rindukan nantinya. (har/sry)
Performa Valentino Rossi makin terpuruk usai tampil apik di awal musim 2019. (Claudio Giovannini/ANSA via AP)