Liliyana Natsir: Suporter Bulutangkis Lebih Lelah dari Pemain

CNN Indonesia | Jumat, 19/07/2019 13:43 WIB
Liliyana Natsir: Suporter Bulutangkis Lebih Lelah dari Pemain Liliyana Natsir puji militansi suporter badminton Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan atlet badminton nasional, Liliyana Natsir, menjalani pengalaman baru sebagai penonton. Menurutnya, jadi suporter lebih lelah dari pemain di lapangan.

Wanita yang akrab disapa Butet itu memutuskan pensiun usai hampir 24 tahun berkiprah di dunia badminton. Gelaran Indonesia Masters 2019 jadi turnamen terakhir yang diikutinya sebagai pemain.

Setelah pensiun pada 27 Januari lalu, Butet mengaku lebih senang mengurus bisnis sambil menjalani pekerjaan barunya sebagai penasihat teknik di PB Djarum, klub yang membesarkan namanya.


Indonesia Open 2019 adalah pengalaman pertamanya hadir sebagai penonton, bukan sebagai atlet yang bertarung di Istora.

Liliyana Natsir bertemu Presiden RI Joko Widodo.Liliyana Natsir bertemu Presiden RI Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
"Sejujurnya lebih enak main, jadi penonton tegang, lelah, dan pegal. Saya salut luar biasa buat suporter yang mendukung dari pagi sampai malam," kata Butet.

"Kalau jadi penonton duduk saja tapi olahraga jantung, apalagi teriak-teriak dari awal sampai akhir. Kalau sebagai pemain tegang, tapi kita cuma fokus ke pertandingan saja," sambungnya.

Liliyana Natsir: Suporter Bulutangkis Lebih Capek dari Pemain
Butet juga memuji perjuangan suporter badminton yang rela antre beli tiket sejak pagi dan memberi dukungan hingga malam.

"Saya baru beberapa jam saja [jadi penonton] pegal, tegang dan selalu ingin Indonesia menang. Ini suporter antre tiket dari pagi, lanjut nonton sampai malam. Sekarang beda, biasanya memikirkan persiapan, sekarang jadi penonton ternyata lelah juga ya," imbuhnya.

Lilyana Natsir tonton Tontowi Ahmad/Winny di Indonesia Open 2019.Lilyana Natsir tonton Tontowi Ahmad/Winny di Indonesia Open 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Meski mengaku sudah move on dari bulutangkis, Butet belum bisa menghapus rindu terhadap atmosfer pertandingan di Istora Senayan. Situasi yang hampir dialami seluruh mantan atlet badminton.

"Tadi sempat bicara dengan Cik Susy [Susanti], bilang kangen enggak mau main? Dia juga bilang sampai sekarang juga belum kangen [main bulutangkis]. Kangen sama Istoranya, suasananya, suporternya. Pas lihat ada yang masuk lapangan dalam hati 'harusnya gue nih'," ujarnya sambil tertawa.

Kado Spesial dari Tontowi

Di sisi lain, Butet mengaku lupa untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada mantan pasangannya, Tontowi yang telat berulang tahun ke-32, Kamis (18/7) ini. Butet juga tidak mempersiapkan kado apa pun buat Tontowi.

Lanjut Butet, seharusnya bukan ia yang memberikan kado buat Tontowi. Ia justru berharap Tontowi bisa memberikan kado spesial berupa gelar juara bersama Winny Oktavina Kandow di Indonesia Open 2019.

"Tadi berpapasan saya ucapkan selamat karena menang. Terus dia [Tontowi] bilang, 'Cik apa kek, 'cipika' 'cipiki' kek, gitu doang'. Mungkin maksudnya dia ulang tahun, [minta] diberi selamat gitu. Saya lupa juga."

"Harusnya dia yang kasih kado ke saya, dia juara di sini [Indonesia Open 2019]. Saya kan sudah pensiun tapi dia masih dapet hadiah dari kejuaraan. Harusnya dia [yang kasih kado], terbalik. Apalagi hadiahnya di sini semakin besar," tutupnya. (TTF/jun)