Aksi ini dilakukan untuk menghilangkan rumput liar akibat stadion yang terbengkalai. Langkah nyata ini dilakukan seiring kondisi stadion berkapasitas 38 ribu penonton yang memprihatinkan. Stadion GBLA yang kini terbengkalai mengalami sejumlah kerusakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stadion Gelora Bandung Lautan Api kerap jadi markas Persib Bandung di Liga 1 maupun kompetisi lainnya. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Eddy mengungkapkan kembali bahwa pihaknya terkendala dalam biaya anggaran untuk perawatan GBLA. Apalagi, kata dia, saat ini GBLA belum sepenuhnya menjadi aset Pemerintah Kota Bandung karena terkendala wanprestasi serah terima dari pihak PT Adhi Karya.
Untuk setahun saja, kata dia, dibutuhkan anggaran sebesar Rp1,2 miliar untuk biaya listrik stadion yang sedianya menjadi markas bagi klub Persib Bandung.
"Kemarin juga ada defisit di APBD Kota Bandung, sehingga ada beberapa poin krusial," katanya.
Eddy mengatakan akan berkoordinasi sesegera mungkin dengan pihak PT Adhi Karya untuk mencari solusi terkait penyerahan seluruhnya aset GBLA. Akan tetapi, ia belum memastikan waktu penyerahan aset tersebut bisa dilakukan.
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Imam Nahrawi merespons kabar Stadion Gelora GBLA yang kini terbengkalai.
Meskipun ia belum mendapat kabar lebih lanjut terkait hal itu, baik dari pengelola maupun pemerintah setempat, menurutnya setiap stadion perlu mendapat pemeliharaan yang baik.
Menurutnya dalam beberapa waktu yang akan datang, Indonesia akan menghadapi sejumlah perhelatan olahraga tingkat internasional. Maka dari itu Stadion GBLA sebagai ikon kebanggaan warga Jawa Barat perlu dipelihara karena dapat menjadi aset pendukung sejumlah perhelatan dan event bergengsi tersebut. (antara/bac)
Stadion Gelora Bandung Lautan Api kerap jadi markas Persib Bandung di Liga 1 maupun kompetisi lainnya. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)