Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra menduduki peringkat satu dan dua dunia ranking Badminton World Federation (BWF) per 6 Agustus 2019. Buat Sigit ini adalah catatan yang luar biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sigit berharap torehan yang sama juga bisa dibuat pebulutangkis Indonesia di sektor lainnya. Terlebih, apa yang telah dibuat Kevin/Marcus dan Ahsah/Hendra bisa dijadikan acuan berprestasi.
Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra merupakan ganda putra andalan Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Dulu saya juga pernah di era 1997-an. Saya sebagai junior bersama Candra dan Ricky Subagja/Rexy Mainaky seniornya," sebut Sigit.
Terpisah, Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Achmad Budiharto juga turut bangga dengan adanya dua ganda putra Indonesia di urutan teratas peringkat dunia.
"Masing-masing punya motivasi yang mendorong untuk bisa menjadi seperti sekarang di usia yang tak lagi muda. Ini jadi contoh bagi para pemain muda untuk mengejar prestasinya dan kalau bisa melebihi," ucap Budi.
Budi berharap proses yang telah dijalani pebulutangkis Indonesia di sektor lain bisa mengikuti jejak ganda putra. Diakui Budi realistisnya belakangan hanya ganda putra yang bisa menghasilkan prestasi terbaik di berbagai ajang internasional.
"Di ganda putri saat ini kami sedang mencoba mendapatkan pelapis dari Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Sudah ada Della/Rizki tapi ada juga Ketut/Tania yang diharapkan bisa memberikan hasil memuaskan. Di ganda campuran ada Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria. Kita harus optimistis kerja keras bisa membawa ke atas, ditunjang dengan nasib baik," ucap Budi. (ttf/har)
Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra merupakan ganda putra andalan Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)