Menang Tiga Kali, Timnas Indonesia U-18 Belum Pikir Semifinal

CNN Indonesia | Minggu, 11/08/2019 06:13 WIB
Menang Tiga Kali, Timnas Indonesia U-18 Belum Pikir Semifinal Amiruddin Bagus Kahfi Al Fikri merayakan gol ke gawang Brunei Darussalam. (dok. PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Indonesia U-18, Fakhri Husaini enggan memikirkan pertandingan semifinal sebelum pertandingan fase grup berakhir Piala AFF U-18 2019.

Fakhri masih enggan bicara soal peluang Timnas Indonesia U-18 lolos ke semifinal dan menyebut masih bakal fokus di sisa dua pertandingan pada fase grup. Mantan gelandang Pupuk Kaltim itu telah membawa Riski Ridho dan kawan-kawan menang telak tiga kali termasuk ketika menghadapi Brunei Darussalam, Sabtu (10/8).

Selanjutnya, Timnas Indonesia U-18 bakal berjumpa dengan Laos di laga keempat yang digelar di Stadion Thong Nhat, Senin (12/8) sebelum jumpa Myanmar di laga terakhir pada Rabu (14/8).


"Ke depan, saya tetap akan fokus di tiap-tiap laga. Belum terpikirkan mau lawan siapa di semifinal. Siapa pun lawan kami, kami siap dan respek kepada mereka. Saya fokus lebih dahulu dengan lawan-lawan kami di Grup," ujar Fakhri.

Hingga matchday ketiga usai, Timnas Indonesia menempati peringkat pertama di klasemen Grup A Piala AFF U-18 2018. Tim Merah Putih mengumpulkan sembilan poin, sama seperti Myanmar, namun unggul selisih gol.

Menang Tiga Kali, Timnas Indonesia U-18 Belum Pikir SemifinalTimnas Indonesia U-18 belum memikirkan semifinal Piala AFF. (dok.pssi)
Pada laga melawan Brunei Darussalam, Fakhri mengapresiasi pemain-pemain baru yang ditampilkan seperti Muhammad Adisatryo, M Risky Sudirman, Muhammad Fadil Aditya, Theo Numberi, dan Saddam Gaffar.

"Alhamdulillah ini merupakan kemenangan ketiga kami. Bukan pertandingan yang mudah juga, tapi saya apresiasi kerja tim meski saya menurunkan beberapa pemain yang belum pernah main," ucap Fakhri usai pertandingan.

Menang Tiga Kali, Timnas Indonesia U-18 Belum Pikir Semifinal
Para pemain yang diberikan kesempatan tampil kali ini disebut Fakhri telah membuktikan bahwa mereka bisa diandalkan. Meskipun Garuda Nusantara harus kecolongan satu gol yang dicetak Mohd Hilmi Sidik di menit ke-60.

"Kemasukan gol tadi saya rasa karena kurangnya komunikasi dan disiplin dalam bertahan antara pemain belakang. Ini pelajaran untuk mereka, terutama untuk pemain yang baru diturunkan, serta kiper. Saya harap mereka bisa belajar dari kesalahan itu," terangnya. (ttf/sry)