ANALISIS

Adrian dan Insting Top Klopp di Liverpool

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 19:55 WIB
Adrian dan Insting Top Klopp di Liverpool Adrian direkrut Liverpool setelah menganggur. (REUTERS/Murad Sezer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer Liverpool Jurgen Kloop punya cara unik mengapresiasi peran Adrian membawa The Reds juara Piala Super Eropa.

Saat meneriakkan Adrien, Klopp menirukan Rocky Balboa, tokoh dalam film tinju Rocky yang diperankan Sylvester Stallone.

"Sungguh cerita yang luar biasa. Adriaaaaaaaan! Seperti Rocky," tutur Klopp kepada jurnalis BT Sport, sembari tertawa.


Dalam cuplikan film, Rocky memang meneriakkan nama Adrian usai pertarungan dramatis lawan Apollo Creed. Adrian merupakan nama kekasih sang petinju dalam film itu.

Sukses Adrian membantu Liverpool mengalahkan Chelsea di drama adu penalti. Dia menepis tendangan penalti Tammy Abraham.

Jurgen Klopp saat berbincang dengan anak difabel usai Liverpool juara Piala Super Eropa. (Jurgen Klopp saat berbincang dengan anak difabel usai Liverpool juara Piala Super Eropa. (AP Photo/Lefteris Pitarakis)
Adrian memang sempat membuat kesalahan dengan menjatuhkan Abraham sehingga The Reds dihukum penalti pada menit ke-98.

Jorginho kemudian berhasil mencetak gol dari titik putih dan membawa Chelsea menyamakan skor 2-2. Namun, aksi Adrian mementahkan tendangan penalti Abraham seolah menebus kesalahan sebelumnya.

Adrian juga sempat membuat penyelamatan krusial pada pertengahan babak kedua tambahan waktu. Kiper 32 tahun itu menepis tendangan keras Mason Mount sekaligus menggagalkan peluang The Blues.
[Gambas:Video CNN]
"Dia [Adrian] mampu tampil tenang. Dia sangat bersemangat ketika di ruang ganti. Itu sangat bagus baginya. Saya pikir sebelumnya dia tak pernah memenangkan suatu yang penting dalam kariernya sehingga saya bahagia dengannya."

"Ini soal memenangkan sesuatu dan kami melakukannya. Selanjutnya akan terus begitu. Ini seperti pertarungan tinju, pukulan yang pas dari kedua sisi," ujar Klopp dikutip dari Daily Mail.

Klopp seolah berfantasi kisah Adrian mirip-mirip dengan Rocky. Dari seorang pengangguran, menjadi jawara di arena.

Adrian sendiri dikontrak Liverpool setelah kontraknya tak diperpanjang oleh West Ham United alias sempat menganggur.

Debut Adrian di Liverpool langsung menyabet trofi. (Debut Adrian di Liverpool langsung menyabet trofi. (REUTERS/Murad Sezer)
Bukan hanya Adrian, mantan kiper Middlesbrough Andi Lonergan juga berstatus free transfer yang dikontrak The Reds musim ini. Lonergan direkrut setelah Alisson mengalami cedera pada laga perdana Liverpool di Premier League mengalahkan Norwich City 4-1. Alisson harus istirahat selama beberapa pekan.

Dalam aturan transfer Liga Inggris, klub-klub memang masih boleh mendatangkan pemain meski jendela transfer sudah ditutup yakni pada 8 Agustus pukul 17.00 waktu setempat. Namun, pembelian tersebut hanya berlaku untuk pemain-pemain yang bebas transfer.

Klopp memilih memainkan Adrian di Piala Super Eropa karena lebih lama bergabung bersama The Reds ketimbang Lonergan. Kiper asal Spanyol itu sudah bergabung selama 11 hari sebelum laga Piala Super Eropa di Istanbul, Rabu (15/8).

Klopp memang eksentrik 'luar-dalam'. Bukan hanya kepribadiannya yang kerap dianggap unik, Klopp juga punya insting top dalam mengubah pemain kelas kedua menjadi pemain kelas satu dunia.

Pelatih asal Jerman itu memang belum tentu punya kebebasan dalam memilih dan merekrut pemain. Ada tim prekrutan di The Reds untuk menilai pemain yang pantas di klub.

Terlebih, Liverpool jadi klub yang paling identik amat mengandalkan data-data statistik dalam mempertimbangkan rekrutan-rekrutan baru. Sosok kebintangan bukan hal paling utama bagi klub milik konglomerat Amerika Serikat John W Henry.

Liverpool paling ketat soal kalkukasi bisnis dalam jual-beli pemain sejak dimiliki John W Henry (kiri). (Liverpool paling ketat soal kalkukasi bisnis dalam jual-beli pemain sejak dimiliki John W Henry (kiri). (Foto: REUTERS/Phil Noble)
Maklum, Liverpool dikenal 'pelit' untuk urusan beli pemain. Mereka harus jual mahal pemain sebelum membeli yang baru.

Tentu dibutuhkan Raja Midas yang mampu menyulap segalanya menjadi emas. Sosok itu tak lain melekat pada Klopp.

Mantan juru taktik Borussia Dortmund itu punya insting kuat bukan hanya terlibat dalam perekrutan pemain. Klopp mampu membuat para pemain tampil klop di skuat The Reds.

Adrian hanya satu dari sejumlah pemain yang didatangkan Liverpool tanpa menyandang 'nama besar', namun membuktikan tampil ciamik.

Tengok saja nama-nama yang pernah direkrut Liverpool macam Philippe Coutinho, Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah.

Coutinho bukan sosok yang begitu mentereng kala memperkuat Inter Milan. Dia bahkan dua kali berstatus pemain pinjaman di Vasco da Gama dan Espanyol sebelum menjejakkan kaki di Stadion Anfield pada 2013.

Performanya langsung melesat bersama The Reds, terlebih setelah Firmino juga merapat pada 2015. Sama halnya dengan Coutinho, Firmino belum bestatus sebagai pemain kelas satu dunia ketika masih beseragam Hoffenheim.

Duo Brasil itu menjadikan The Reds ditakuti di lini depan. Masuk pula Sadio Mane yang direkrut dari Southampton pada 2016. Trio penyerang itu kian menakutkan tim-tim lawan.

Coutinho seolah meredup sinarnya ketika memperkuat Barcelona. (Coutinho seolah meredup sinarnya ketika memperkuat Barcelona. (REUTERS/Albert Gea)
Tak menunggu waktu lama bagi Mane untuk melesat menjadi salah satu penyerang subur di Premier League. Padahal, kedatangannya ke Liverpool kala itu juga tidak cukup spesial.

Cerita yang sama ketika Salah merapat ke Liverpool dari AS Roma. Penyerang asal Mesir itu sebenarnya pernah berpengalaman di Liga Inggris memperkuat Chelsea pada 2014 hingga 2016. Namun, kariernya anjlok sehingga sempat 'dibuang' ke Fiorentina dan Roma sebagai pemain pinjaman. Roma kemudian merekrut secara permanen dari Chelsea.

Klopp melalui tim perekrutannya tak salah membaca potensi Salah, lagi-lagi melalui data statistik yang amat apik. Salah kini meroket dan menjadi salah satu pemain kelas satu di dunia bersama The Reds.

Klopp seperti punya 'keramat' tersendiri sebagai Raja Midas. Mereka seolah kembali bukan siapa-siapa ketika meninggalkan Liverpool.

Adrian dan Insting Top Klopp di Liverpool
Tengok saja Coutinho yang ngotot pindah ke Barcelona pada 2018. Di klub tersebut, penampilan penyerang timnas Brasil itu malah melorot. Rumornya dia bersama Ivan Rakitic akan ditukar Blaugrana dengan Neymar dari Paris Saint Germain.

Masih ingat pula keputusan Liverpool mendatangkan Virgil van Dijk sebagai bek termahal di dunia?

Pilihan klub itu melalui rekomendasi Klopp sempat dipertanyakan. Buat apa klub 'sepelit' The Reds beli bek dari Southampton itu dengan nilai transfer setinggi langit?

Performa top Virgil van Dijk menjaga kesolidan pertahanan Liverpool pun jadi jawaban atas keraguan tersebut.

Musim ini Liverpool memilih agak pasif dalam bursa transfer dengan hanya membeli bek muda, Sep van den Berg dari klub Belanda PEC Zwolle, plus merekrut dua kiper 'pengangguran' Andi Lonergan dan Adrian. Namun, The Reds tampaknya tetap akan solid dan jadi penantang serius dalam perburuan gelar di semua kompetisi musim ini. (ptr)