Andritany Sakit Hati Lihat Ulah Suporter Indonesia di GBK

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 23:46 WIB
Kiper timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa, menyesalkan perilaku tak terpuji oknum suporter tim Merah Putih saat kalah dari Malaysia. Andritany Ardhiyasa kecewa dengan ulah oknum suporter Indonesia. (ANTARA/INASGOC/Ary Kristianto/sup)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kiper timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa, menyesalkan perilaku oknum suporter tim Merah Putih yang menghampiri fan Malaysia saat berlangsungnya pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/9).

Dari pantauan CNNIndonesia.com, oknum suporter Indonesia berulah dengan memanjat pagar tribune stadion dan turun ke lapangan. Mereka lantas memprovokasi suporter tim tamu.

Akibat aksi tersebut duel Indonesia vs Malaysia sempat dihentikan sekitar 10 menit saat skor imbang 2-2. Pertandingan baru dilanjutkan saat situasi di dekat area lapangan sudah kondusif.


"Jujur hati saya lebih sakit melihat kejadian di stadion. Ini mencoreng Indonesia," ujar Andritany dalam sesi jumpa pers usai laga.

Satu suporter Indonesia diamankan oleh polisi yang bertugas di Stadion GBK. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
"Apa pun hasilnya kita harus bisa menerima. Kita semua di sini ingin menang walaupun hasil malam ini enggak bagus tapi kita harus bisa menerima. Jujur sebagai kapten sangat sedih melihat apa yang dilakukan oknum suporter," ia melanjutkan.


Meski demikian, Andritany enggan menjadikan sikap tak terpuji oknum suporter sebagai penyebab dibalik kekalahan 2-3 dari Malaysia. Ia menilai tim harus memperbaiki semua aspek untuk bangkit dari hasil buruk di hadapan publik sendiri.
[Gambas:Video CNN]

"Kita enggak mau cari alasan ganggu atau tidak. Kita harus perbaiki semuanya. Kalau terganggu, dua tim terganggu. Kita harus terima ini," ucapnya.

"Buat saya kericuhan ini enggak ganggu sama sekali, karena sudah terbiasa di liga Indonesia, dan kita tidak boleh terbiasa dengan ini."

Sementara Beto Goncalves mengaku perilaku beberapa suporter yang sempat membuat pertandingan tertunda mengganggu fokus pemain.

"Ya karena kita sudah fokus dengan pertandingan tiba-tiba ada masalah [pertandingan dihentikan], itu langsung down. Kita harus buat mereka [suporter] tenang, tetapi kejadian tadi bikin kami hilang fokus," jelas Beto ketika diwawancara di area mixed zone.

Pemain naturalisasi yang kini bermain di Madura United tersebut berharap suporter dapat menunjukkan rasa hormat kepada tim atau pendukung dari negara lain.

"Tidak boleh terjadi itu [bentrok suporter] karena kita sama-sama manusia. Kita cuma beda negara. Kita harus respek terhadap mereka [pendukung lawan]. Nanti jika kita main di sana, kemudian mereka melakukan yang sama seperti sekarang, bagaimana?"

"Jadi saya sedih lihat itu. Jadi saya harap ke depan kita ubah mental. Kita harus dukung tim, jangan bikin masalah dengan suporter lain," ujar mantan pemain Sriwijaya FC tersebut.

(jal/nva)