Ferguson: Khabib Petarung Pemalas

CNN Indonesia | Selasa, 10/09/2019 10:12 WIB
Ferguson: Khabib Petarung Pemalas Tony Ferguson menyebut Khabib Nurmagomedov sebagai petarung pemalas. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petarung asal Amerika Serikat, Tony Ferguson, melabeli Khabib Nurmagomedov sebagai petarung pemalas usai The Eagle mengalahkan Dustin Poirier di UFC 242, Sabtu (7/9).

Khabib mengalahkan Poirier dalam pertarungan unifikasi gelar juara dunia kelas ringan UFC dengan cekikan leher di ronde ketiga. Kemenangan itu membuat Khabib memperpanjang rekor sempurna menjadi 28 kemenangan di mixed martial art (MMA).

Kemenangan yang dibuat Khabib itu tidak membuat Ferguson terkesan. Petarung 35 tahun itu mengklaim banyak kelemahan Khabib terlihat dalam pertarungan melawan Poirier.


"Malas. Satu dimensi saja," kata Ferguson kepada Ariel Helwani's MMA Show seperti dilansir Sport Bible.

Ferguson: Khabib Petarung PemalasKhabib Nurmagomedov baru saja mengalahkan Dustin Poirier. (AP Photo/ Mahmoud Khaled)
"Seperti yang saya katakan, ini pemalas. Kami telah mempersiapkan diri untuk orang ini. Dia petarung yang bagus tapi saya tahu bagaimana cara mengalahkannya."

[Gambas:Video CNN]
Ferguson punya modal lebih dari cukup untuk menantang Khabib. Ia berhasil membukukan 12 kemenangan beruntun dan sudah tidak lagi merasakan kekalahan sejak 2012.

Saat ini, Ferguson juga menempati peringkat kedua untuk kelas ringan dalam ranking UFC. Ferguson pun merasa cara bertarungnya lebih menarik ketimbang Khabib yang mengandalkan ground fighting.

Ferguson: Khabib Petarung Pemalas
"Saya melepaskan banyak pukulan, tendangan, lutut, dan sikut," ucapnya.

"Jadi saat saya melihat seseorang hanya mendorong petarung ke pojok octagon dan tidak aktif saat bertarung, dia ibarat selimut basah. Kami menyebutnya seperti itu dalam jiu-itsu."

Ferguson paling berpeluang besar jadi lawan berikutnya bagi Khabib. Hal itu pun telah dipastikan oleh Presiden UFC Dana White yang menyatakan Ferguson adalah lawan selanjutnya petarung asal Rusia itu setelah mengalahkan Poirier. (jal/har)