Legenda tinju dunia tersebut baru menyadari pentingnya ganja untuk menekan perilakunya yang agresif. Kebrutalan Tyson memang bukan hanya di dalam ring tinju. Pria kelahiran New York itu beberapa kali berurusan dengan polisi karena kasus kekerasan yang dia lakukan ketika masih aktif sebagai petinju.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tyson merasa sangat keliru menggunakan obat-obatan penenang ketimbang ganja kala itu. Ia mengaku menggunakan obat yang mengandung opium.
Mike Tyson mengaku bahagia sejak rutin menggunakan ganja. (Joe Scarnici/Getty Images for iHeartMedia/AFP) |
Meski saat masih jadi petinju, bukan berarti Tyson sama sekali tidak menggunakan ganja. Dia pernah mencuri kesempatan mengisap ganja sebelum bertarung, tepatnya ketika melawan Andrew Golota pada 2000. Alhasil, dia disanksi dan didenda karena saat itu ganja masih sangat dilarang.
[Gambas:Video CNN]
"Saya pernah menggunakannya [ganja] hanya dalam sekali pertarungan sebagai petinju. Pertandingan yang luar biasa, merasa senang dan semua berjalan bagus."
"Saat itu saya hanya ingin menghilangkan grogi pada malam sebelumnya dan saya merokok [ganja]. Benar, saya kemudian harus membayar denda US$250 ribu," ucap Tyson.
Kemenangan Tyson saat itu pun kemudian dianulir dan dianggap tak terjadi pertarungan karena gagal melalui tes doping.
"Saya pikir semua atlet harus menggunakan ganja jika mereka memilih menggunakannya. Saya tidak akan memaksakan ini kepada semua."
"Saya hanya mengatakan khusus untuk orang-orang seperti saya yang mengalami penderitaan sepanjang karier, [pertimbangkan] ganja," kata Tyson.
Mike Tyson mengaku bahagia sejak rutin menggunakan ganja. (Joe Scarnici/Getty Images for iHeartMedia/AFP)