Bima Marah Usai Timnas Indonesia U-16 Kebobolan Lawan Mariana

CNN Indonesia | Rabu, 18/09/2019 23:38 WIB
Bima Marah Usai Timnas Indonesia U-16 Kebobolan Lawan Mariana Bima Sakti marah Timnas Indonesia U-16 kebobolan lawan Kep Mariana Utara. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, marah besar di ruang ganti usai timnya kebobolan satu gol dari Kepulauan Mariana Utara dalam kualifikasi Piala Asia U-16 2020 di Stadion Madya, Rabu (18/9).

Timnas Indonesia U-16 melanjutkan penampilan impresif mereka di Grup G kualifikasi Piala Asia U-16. Melawan Kepulauan Mariana Utara, Garuda Asia menang 15-1.

Meski menang dengan skor yang sangat telak, Bima Sakti tidak sepenuhnya senang setelah timnya kebobolan oleh lawan. Bima menyebut gol Kepulauan Mariana Utara yang dicetak Jim Kurt Maniago pada injury time babak pertama terjadi lantaran pemainnya yang kehilangan fokus.


"Saya sempat marah di ruang ganti karena terjadinya gol ke gawang kami. Saya sudah bilang ke pemain, untuk fokus saat menyerang maupun bertahan," kata Bima saat konferensi pers usai laga.

Kecolongan satu gol bagi Bima bisa menjadi sesuatu hal yang penting dan dapat mempengaruhi klasemen akhir. Sebab itu, ia selalu meminta para pemainnya untuk tidak menyia-nyiakan peluang mencetak gol.

Bima Sakti ingin Timnas Indonesia U-16 bertahan dan menyerang dengan sama baiknya.Bima Sakti ingin Timnas Indonesia U-16 bertahan dan menyerang dengan sama baiknya. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
"Ke depan kami harus menang di dua laga terakhir. Kami tidak mau gol ke gawang kami ini jadi hal yang tidak baik buat kami nantinya. Ini pelajaran ke pemain bahwa mereka harus fokus di setiap pertandingan," Bima menegaskan.

[Gambas:Video CNN]
Bima berharap di dua laga terakhir, menghadapi Brunei Darussalam dan China, para pemain bisa meraih kemenangan. Tujuannya, supaya mengamankan posisi di puncak klasemen Grup G kualifikasi Piala Asia U-16 2020.

"Paling penting, kami tuntut ke pemain untuk maksimal di laga terakhir [melawan China] tapi fokus dahulu lawan Brunei. Di dua laga ini harus maksimal. Lawan China kami harus menang supaya lebih aman," tutur mantan asisten pelatih Timnas Indonesia U-23.

Bima Marah Usai Timnas Indonesia U-16 Kebobolan Lawan Mariana
Menyoal permainan, Bima berterima kasih kepada pemainnya yang sudah menjalankan strategi dengan baik. Namun, Bima menyoroti masalah penyelesaian akhir dan kinerja lini belakang sebagai evaluasi Ruy Arianto dan kawan-kawan.

"Saya selalu evaluasi setiap laga. Kebobolan ini jadi tidak baik untuk kami karena bisa saja itu jadi perhitungan di akhir. Ada beberapa pemain juga yang masih canggung. Ada yang seharusnya memaksimalkan peluang gol tapi tidak bisa menyumbangkan gol," ujar Bima.

"Empat pemain belakang harus bermain lebih aman, lebih aman saat serangan balik. Saya bersyukur dengan hasil [menang], tapi kami akan perbaiki lagi masalah penyelesaian akhir," ucap Bima menambahkan.

Larangan Selebrasi Berlebihan

Di ajang kali ini Bima Sakti menerapkan sejumlah peraturan ketat kepada para pemainnya. Selain soal telepon selular, Timnas Indonesia U-16 juga diminta tidak melakukan selebrasi berlebihan usai cetak gol.

Hal itu diambil dari pengalaman di Piala AFF U-15 lalu. Di turnamen sebelumnya, Garuda Asia dengan bebas meluapkan kegembiraannya usai cetak gol. Tetapi di kualifikasi Piala Asia U-16 kali ini, para pemain hanya sekadarnya saja berselebrasi lalu kembali fokus melanjutkan pertandingan.

"Sebelum laga kami sampaikan ke anak-anak, bikin gol tidak usah banyak selebrasi karena menguras tenaga dan menghabiskan waktu. Kalau ada kesempatan dan waktu, bisa bikin gol sebanyak mungkin. Ini berlaku di semua laga. Setelah gol, alhamdulillah, sudah selesai," ucap Bima. (TTF/sry)