Hanif mengaku beruntung karena pernah menjadi anggota Komisi X DPR-RI yang membawahi Kemenpora. Itu membuatnya tidak asing mengemban tugas Plt Menpora selain tugas utamanya sebagai Menteri Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Lihat juga:Kevin/Marcus, Perkasa dalam Luka |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buat Hanif rangkap jabatan yang saat ini dilakoninya tak jadi masalah. Ia menganalogikan bahwa Kemenaker dan Kemenpora seperti pekerjaan dan keluarga yang sama-sama penting namun harus dilihat prioritasnya.
Buat Hanif, kehadirannya selama sebulan sebagai Plt tidak terlalu banyak pengaruh pada program kerja Kemenpora yang sudah berjalan. Ia hanya memastikan segala persiapan terkait agenda penting menyangkut SEA Games 2019 di Manila dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua berjalan lancar.
Menyoal prioritas, hal pertama yang bakal dilakukan Hanif adalah menuntaskan anggaran Kemenpora untuk 2020 yang belum selesai. Berdasarkan perkembangan terakhir, Hanif mendapat kabar bahwa anggaran 2020 sudah disetujui DPR meski jika diperlukan bakal dilakukan penajaman kembali.
Sejauh ini, Hanif juga belum memastikan untuk bertemu langsung dengan cabang olahraga terkait persiapan SEA Games 2019. Termasuk menentukan target capaian Indonesia di SEA Games Manila 30 November - 11 Desember mendatang. (ttf/jun)
