Adu Umbar Janji Para Bakal Calon Ketua PSSI

CNN Indonesia | Jumat, 27/09/2019 11:51 WIB
Adu Umbar Janji Para Bakal Calon Ketua PSSI Adu umbar janji para balon Ketua PSSI periode 2019-2024. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para bakal calon (balon) Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI mulai adu umbar janji jelang Kongres Pemilihan PSSI yang digelar 2 November mendatang. Janji-janji diucapkan untuk menggugah 85 pemilik suara dalam memberikan hak suaranya.

Sejauh ini, baru empat bakal calon yang digadang-gadang bakal maju dalam pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 mendatang. Berikut janji-janji yang diumbar para bakal calon:

1. Mochamad Iriawan


Eks Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan atau Iwan Bule yang maju bersama Cucu Sumantri sebagai wakilnya. Di hadapan para pemilik suara beberapa waktu lalu, Iwan Bule mebebarkan janji-janjinya jika terpilih sebagai Ketua Umum PSSI mendatang, mulai dari menyelesaikan utang, sampai janji menjalin hubungan baik dengan pemerintah.

PSSI diketahui memiliki utang miliaran kepada mantan ketua umumnya, La Nyalla Mattalitti. Iwan Bule menyatakan bakal menindaklanjuti utang tersebut dengan pelan-pelan.

Mohamad Iriawan berjanji akan menyelesaikan utang-utang PSSI termasuk utang kepada La Nyalla jika terpilih jadi Ketua PSSI. (Mohamad Iriawan berjanji akan menyelesaikan utang-utang PSSI termasuk utang kepada La Nyalla jika terpilih jadi Ketua PSSI. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)
Tak hanya itu, Iwan Bule juga menjanjikan terbentuknya kepengurusan PSSI yang solid dengan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Termasuk jadwal pertandingan yang bersinergi antara liga dengan Timnas Indonesia.

"Pelan-pelan mungkin dari sana. Kami tentunya akan berikan yang terbaik kepada negara di bidang sepak bola," ucap Iwan Bule.

Menurut Iwan Bule, sinergi PSSI dan pemerintah harus dilakukan. Terlebih Presiden Joko Widodo sudah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) soal percepatan pembangunan sepak bola nasional yang mengatur campur tangan pemerintah secara detail di bidang sepak bola.

"Tanpa pemerintah tak akan maju. Dari mana kita dapat tanah kalau gak dari pemerintah. Lapangan juga kerja sama dengan pemerintah," ujar Iwan Bule.

2. Rahim Soekasah

Selain Iwan Bule ada juga Rahim Soekasah, Mantan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) yang maju bersama Doli Sinomba Siregar yang merupakan CEO PSMS Medan mulai 2013-2017.

Keputusan Rahim untuk maju sebagai calon Ketum PSSI tak lepas dari keprihatinannya melihat kondisi sepak bola saat ini. Ia mengaku merasa sedih karena melihat Timnas Indonesia tak ada di Piala Asia.
Rahim Soekasah berjanji akan lebih banyak bersinergi dengan pemerintah demi memajukan Timnas Indonesia. (Rahim Soekasah berjanji akan lebih banyak bersinergi dengan pemerintah demi memajukan Timnas Indonesia. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/nz)
Rahim menilai saat ini PSSI sudah kehilangan kepercayaan dari masyarakat. Menurutnya, PSSI harus diisi orang-orang yang mengerti sepak bola dan memiliki integritas tinggi untuk membangun sepak bola Indonesia.

"Kalau organisasinya bagus, timnasnya juga bakal bagus. Saya mau organisasi ini dibenahi supaya masyarakat percaya dan timnas berjalan lancar. Kalau masyarakat sudah tidak percaya lagi, susah. Sponsor susah, semua susah. Kalau sudah tidak percaya susah dan ini yang harus saya perbaiki," kata Rahim pada acara deklarasi di kediamannya, Senin (23/9).

Sama seperti Iwan Bule, Rahim juga berencana untuk menyinergikan jadwal kompetisi dengan kepentingan Timnas Indonesia. Sebab, menurutnya secara tidak langsung bentrokan jadwal antara kompetisi dan Timnas Indonesia memengaruhi pencapaian target Timnas Indonesia itu sendiri.

[Gambas:Video CNN]
Rahim juga mendukung rencana percepatan prestasi sepak bola nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Ia menyayangkan Instruksi Presiden (Inpres) yang dikeluarkan pada Februari lalu tidak ditangkap dengan baik oleh PSSI.

"Saya dukung 1.000 persen Inpres tersebut. Tapi saya sedih, kenapa itu tidak dijalankan. Padahal kalau Presiden yang bicara dananya pasti ada. Saya pasti akan langsung bicara koordinasi ke Bupati, Gubernur, Menteri dan lembaga terkait untuk kelanjutannya," ujar Rahim.

3. Arif Putra Wicaksono

Bakal calon Ketua Umum PSSI ketiga yakni Arif Putra Wicaksono yang juga promotor sepak bola. Arif bersama Doni Setiabudi yang didapuk untuk menjadi wakilnya menawarkan program untuk meningkatkan kualitas klub di Indonesia.

Salah satunya adalah dengan melakukan percepatan program pembangunan sepak bola menuju standar FIFA Club Licensing.

Tawaran yang dibuat yakni dengan memberikan supervisi klub Eropa mulai dari lisensi klub, pengelolaan fan, serta VAR (Video Assistant Referee) yang sudah disetujui Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) untuk membantu.

Arif Wicaksono akan mempercepat pembangunan sepak bola menuju FIFA Club Licensing. (Arif Wicaksono akan mempercepat pembangunan sepak bola menuju FIFA Club Licensing. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Ini program yang bukan akan saya jalankan, tapi sudah saya jalankan sejak 2015. Dan saya percaya program ini akan jauh lebih meningkatkan sepak bola Indonesia apabila dilakukan di bawah panji PSSI," ungkap Arif beberapa waktu lalu.

Arif juga berjanji akan mendatangkan investasi asing di sepak bola tanah air, khususnya menyangkut pembangunan infrastruktur seperti stadion-stadion.

Arif akan mengusung semangat muda di PSSI yang diisi anak-anak muda yang energik dan berdedikasi.

4. Refrizal

Sebagai bagian dari kepengurusan PSSI saat ini, Refrizal sedikit banyak mengetahui permasalahan yang terjadi di tubuh induk organisasi cabang olahraga sepak bola Indonesia itu. Tidak seperti bakal calon lainnya, tak banyak janji yang diumbar Refrizal yang mengaku maju karena didorong beberapa anggota PSSI untuk menjadi Ketua Umum di periode 2019-2023.

Jika terpilih, politisi Partai Keadilan Sejahtera itu berjanji untuk menjadikan sepak bola sebagai kebanggaan bangsa. Caranya, PSSI harus menjadi juara, tampil di setiap event Piala Dunia di semua level usia Timnas Indonesia.

Adu Umbar Janji Para Balon Ketua PSSI
Selain itu Timnas Indonesia disebut Refrizal harus ikut tampil di Olimpiade 2024 dan Piala Dunia 2026.

"Caranya, melakukan pembinaan berjenjang dan kompetisi yang teratur dan maksimal. Saya juga bakal melanjutkan program PSSI yang sekarang sudah disetujui FIFA," kata Refrizal melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (25/9).

Sampai saat ini, Refrizal belum menentukan sosok yang bakal mendampinginya sebagai Wakil Ketua Umum PSSI jika terpilih nanti. Ia menyebut siapapun bisa jadi pendampingnya asalkan siap bekerja sama untuk menjadikan sepak bola sebagai kebanggaan bangsa Indonesia.

"Kalau paket Wakil Ketua Umum, karena pemilihan terpisah siapa saja yang terpilih nanti dan siap bekerja sama dengan saya," tuturnya. (TTF/bac)