Klopp: Saya Seperti Pembunuh Berantai di Pinggir Lapangan

CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 18:07 WIB
Klopp: Saya Seperti Pembunuh Berantai di Pinggir Lapangan Juergen Klopp sangat ekspresif di pinggir lapangan. (REUTERS/Miguel Vidal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool Juergen Klopp malu melihat aksinya berteriak di pinggir lapangan saat pertandingan. Klopp mengaku tidak sempurna seperti pelatih Manchester City Pep Guardiola.

Klopp merupakan salah satu pelatih yang ekspresif di pinggir lapangan saat pertandingan berlangsung. Pelatih 52 tahun itu sering berteriak saat memberi instruksi ke pemain Liverpool, merayakan gol, atau melakukan protes.

Klopp mengaku tidak menikmati gambar dan rekaman video ketika dia beraksi di pinggir lapangan. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu menganggap dirinya terlihat seperti 'pembunuh berantai'.


"Ketika saya teriak, saya terlihat seperti pembunuh berantai. Ini karena wajah saya. Saya menggigit gigi dengan cara yang khusus. Saya melihat bayi dengan wajah yang sama. Ketika saya bilang 'kamu sangat lucu', dan sering bayi mulai ketakutan," ujar Klopp dikutip dari Daily Mail.

Juergen Klopp mengaku tidak bisa sempurna seperti Pep Guardiola di pinggir lapangan.Juergen Klopp mengaku tidak bisa sempurna seperti Pep Guardiola di pinggir lapangan. (REUTERS/David Klein)
Klopp kemudian memuji Guardiola. Pelatih yang membawa Liverpool juara Liga Champions musim lalu tersebut menganggap Guardiola selalu terlihat sempurna di pinggir lapangan.

"Guardiola juga ekspresif, tapi tidak terlalu hidup. Dia terlihat lebih baik ketika berteriak. Guardiola selalu terlihat sempurna. Badan, pakaian, semuanya sempurna. Saya tidak pernah berpikir bagaimana saya akan bersikap di pinggir lapangan. Semua terjadi begitu saja," ucap Klopp.

Klopp: Saya Seperti Pembunuh Berantai di Pinggir Lapangan
Klopp tidak akan mengubah perilaku di pinggir lapangan. Pelatih asal Jerman itu yakin aksinya di pinggir lapangan akan memotivasi para pemain Liverpool.

[Gambas:Video CNN]
"Saya bilang ke pemain, 'Saya akan memberikan semua kekuatan, saya tidak memerlukannya. Saya akan benar-benar melakukannya. Saya akan menendang Anda ketika Anda membutuhkannya. Saya akan berteriak ketika kalian mulai merasa lemah'," ujar Klopp.

"Lebih bagus bagi tim untuk agresif dan marah terhadap saya daripada tidak merespons situasi dan pada akhirnya berpikir, 'Oh, saya membuang kesempatan'. Lebih baik mereka berpikir, 'Bos, kamu berengsek' dan kemudian marah serta membuktikan apa yang bisa mereka lakukan," sambung Klopp. (har/jun)