Satgas Dalami Dugaan Kercurangan di Madura United vs Persib

CNN Indonesia | Rabu, 09/10/2019 23:50 WIB
Satgas Dalami Dugaan Kercurangan di Madura United vs Persib Laga Madura United vs Persib dalam penyelidikan Satgas Anti Mafia Bola. (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola wilayah Polda Jatim tengah mendalami dugaan kecurangan dalam laga Madura United vs Persib Bandung di pekan ke-22 Liga 1 2019.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (5/10), tuan rumah Madura United menang 2-1 atas Persib.

Menurut Kasatgas Anti Mafia Bola Wilayah Jatim yang juga merupakan Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Gideon Arif Setyawan, pendalaman tersebut dilakukan lantaran maraknya informasi di media sosial yang mengklaim adanya kejanggalan laga Madura United vs Persib yang dipimpin wasit Faulur Rosy.


"Terkait maraknya pemberitaan di sosial media mengenai hasil pertandingan sepak bola antara Madura United vs Persib Bandung, maka kami melakukan langkah penyelidikan terkait informasi keberpihakan wasit saat memimpin pertandingan antara Madura United vs Persib pada 5 Oktober 2019 lalu," kata Gideon saat dikonfrimasi, Rabu (9/10).

Gideon menuturkan pihaknya bertolak ke Madura untuk menyelidiki dugaan tersebut. Sejauh ini penyidik langsung menemui sejumlah pihak yang diduga terlibat dan orang yang mengetahui kejadian itu.

Persib kalah 1-2 di kandang Madura United.Persib kalah 1-2 di kandang Madura United. (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)
"Sifatnya belum memanggil, tapi lebih ke kami yang datang ke sumber informasi. Kami juga akan melakukan penyelidikan dari saksi suporter kedua belah pihak dan akan konfirmasi dengan penyelenggara atau perangkat pertandingan," ucap Gideon.

[Gambas:Video CNN]
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menyebut dalam kasus ini, pihaknya baru melakukan interogasi kepada beberapa pihak.

Satgas Dalami Dugaan Kercurangan di Madura United vs Persib
"Terkait perangkat pertandingan kami akan minta keterangan, baru interogasi saja. Nah kami harapkan nanti saat penyelidikan sudah memasuki pembuktian, [lalu] kami terbitkan surat yang bisa menerangkan suatu tindak pidana," lanjut Barung.

Barung berharap, pihak yang merasa dirugikan dalam kasus tersebut agar segera melaporkan hal ini ke polisi. Ia berjanji akan merampungkan kasus ini hingga tuntas.

"Kami harapkan bagi pihak yang merasa dirugikan menyangkut pengaturan skor, suap, dan sebagainya untuk dilaporkan kepada kami," tutur Barung. (frd/jun)