Pengumuman Bonus Kejuaraan Dunia Badminton Junior Ditunda

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 00:33 WIB
Pengumuman Bonus Kejuaraan Dunia Badminton Junior Ditunda Pengumuman bonus Kejuaraan Dunia Badminton Junior ditunda. (CNN Indonesia/ M Arby Rahmat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengumuman apresiasi atau bonus kepada para juara Kejuaraan Dunia Badminton Junior 2019 ditunda lantaran Plt Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Hanif Dhakiri batal hadir dalam penyambutan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Selasa (15/10) malam.

Hanif sebelumnya dijadwalkan hadir dalam acara penyambutan dan konferensi pers juara Piala Suhandinata 2019 dan peraih medali Kejuaraan Dunia Badminton Junior yang berlangsung dari pukul 21.20 WIB. Akan tetapi, sampai acara dimulai Hanif tidak juga muncul.

Kehadiran Hanif yang juga Menteri Ketenagakerjaan RI, diwakilkan Deputi III Bidang Pembudayaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI Raden Isnanta.


"Kami bisa memastikan ada apresiasi [bonus]. [Apresiasi] minimal adalah doa, maksimal nanti kita tunggu Pak Menteri [Hanif]," kata Isnanta dalam kata sambutan di acara tersebut.

"Maaf tidak bisa hadir karena beliau jabatannya dobel, jadi beliau menyampaikan maaf dan selamat kepada kontingen. Mungkin nanti ada acara yang sama dengan juara para dunia paragliding," ucap Isnanta menambahkan.

PP PBSI dan sejumlah pejabat Kemenpora RI menyambut kepulangan tim junior Indonesia. Para atlet tiba di Indonesia dari Rusia menggunakan maskapi Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR 944.

Absennya Hanif Dhakiri digantikan Raden Isnanta.Absennya Hanif Dhakiri digantikan Raden Isnanta. (CNN Indonesia/ M Arby Rahmat)
Pencapaian luar biasa diraih tim bulutangkis junior Indonesia dalam ajang Kejuaraan Dunia Badminton Junior 2019 di Kazan, Rusia.

Di nomor beregu, Indonesia berhasil merebut Piala Suhandinata untuk kali pertama sepanjang sejarah usai di laga final mengalahkan China dengan skor 3-1 pada 5 Oktober 2018.

[Gambas:Video CNN]
Performa gemilang berlanjut di nomor perorangan. Garuda Muda berhasil memboyong satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu dari lima sektor yang dipertandingkan.

Satu medali emas diraih ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, sementara dua medali perak berasal dari pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan ganda campuran Leo/Indah Cahya Sari Jamil. Sedangkan satu medali perunggu disumbang Yonathan Ramlie dari sektor tunggal putra.

Pengumuman Bonus Kejuaraan Dunia Badminton Ditunda
Medali emas yang diraih Leo/Daniel menjadi penghapus dahaga gelar di sektor ganda putra Kejuaraan Dunia Junior. Terakhir Indonesia meraih medali emas di sektor ini pada 1992 lewat Amin Santoso/Kusno.

"Bangsa Indonesia menunggu piala yang megah itu [Suhandinata] dengan penantian yang panjang. Alhamdulillah pada tahun ini, adik-adik telah memberikan hadiah untuk Indonesia. Terima kasih kepada PBSI yang terus membina generasi muda, Indonesia punya stok pemain muda untuk menggantikan pemain senior nanti," ucap Isnanta.

"Perjalanan masih panjang. Yang dikalahkan di Rusia pasti tidak akan diam juga, mereka akan terus memperbaiki diri untuk mengalahkan kalian. Yakin bisa Indonesia akan jadi yang terbaik, kami [Kemenpora RI] menunggu karya-karya terbaik di ajang lain," tutur Isnanta melanjutkan. (map/sry)