Pengamat: McMenemy Tak Layak Bertahan di Timnas Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 09:45 WIB
Pengamat: McMenemy Tak Layak Bertahan di Timnas Indonesia Tugas Simon McMenemy dinilai Supriyono tak layak dilanjutkan di Timnas Indonesia. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat sepak bola Supriyono Prima menyebut pelatih Timnas Indonesia Simon McMcemeny tidak mampu membuat skuat Merah Putih menjadi solid sehingga dia menilai tugas sang juru taktik tak layak dilanjutkan di Merah Putih.

Supriyono berpendapat demikian berdasarkan hasil dari empat pertandingan Timnas Indonesia dalam penyisihan Grup G di Kualifikasi Piala Dunia 2019. Sejauh ini, Beto Goncalves dan kawan-kawan belum meraih kemenangan.

Timnas Indonesia tercatat kalah dari Malaysia (2-3), Thailand (0-3), Uni Emirat Arab (0-5), dan Vietnam (1-3).


"Empat kali pertandingan, 14 kali bobol. Ya pasti ada yang salah dari Timnas Indonesia. Level pelatih dipertanyakan kapasitasnya, tidak mampu membuat tim jadi solid," kata Supri kepada CNNIndonesia.com, Rabu (16/10).

Pengamat: McMenemy Tak Layak Dilanjutkan di Timnas IndonesiaTimnas Indonesia selalu kalah dalam empat laga di kualifikasi Piala Dunia 2022. (dok. PSSI)
Lebih lanjut, Supri mengatakan lini pertahanan, lini serang, dan transisi permainan menjadi pekerjaan rumah bagi Timnas Indonesia.

"Kalau saya, dengan kondisi seperti ini, McMenemy tidak perlu diberi kesempatan di laga yang tersisa dalam Grup G. Sudah hancur kok, sudah babak belur," ucap Supri.

Timnas Indonesia, lanjut dia, harus mengevaluasi diri. Supri menyampaikan empat laga tersebut menjadi pengalaman yang berharga.

[Gambas:Video CNN]
"Yang penting kedepannya. Pilihlah pelatih timnas yang punya kualitas, yang punya level. Yang tidak membawa kemenangan semata, tapi punya cara membuat setiap pemain punya wawasan bermain bola dan berkarakter demi negara dan merah putih," ucap dia.

Pengamat: McMenemy Tak Layak Dilanjutkan di Timnas Indonesia
Berikutnya Timnas Indonesia akan menjalani laga tandang lawan Malaysia di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada 19 November 2019. (map/bac)