3 Alasan Klasik Timnas Indonesia Selalu Kalah

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 10:44 WIB
3 Alasan Klasik Timnas Indonesia Selalu Kalah Timnas Indonesia terpuruk di babak Kualifikasi Piala Dunia 2022. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia semakin terpuruk di posisi juru kunci Grup G usai takluk dari Vietnam di babak Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Timnas Indonesia menelan kekalahan 1-3 dari Vietnam pada laga keempat Grup G di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (15/10). Kekalahan ini jadi yang keempat beruntun bagi skuat asuhan Simon McMenemy.

Vietnam berpesta di kandang Timnas Indonesia melalui gol Do Duy Manh, Que Ngoc Hai, dan Nguyen Tien Linh. Sedangkan satu-satunya gol skuat Garuda diceploskan Irfan Bachdim.


Hasil negatif ini membuat Timnas Indonesia terbenam di posisi juru kunci. Irfan dkk belum meraih satu poin pun dari empat laga yang sudah dilalui.

Tiga Alasan Klasik Timnas Indonesia KalahTimnas Indonesia terpuruk di bawah asuhan Simon McMenemy. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Hasil negatif melawan Vietnam pun memunculkan kembali beberapa alasan klasik yang kerap muncul saat Timnas Indonesia meraih hasil mengecewakan. Berikut tiga di antaranya:

1. Stamina Kendur

Kondisi fisik pemain Timnas Indonesia selalu jadi sorotan di empat laga yang sudah dilalui. Hal ini dikarenakan para pemain Tim Merah Putih tidak bisa tampil prima selama 90 menit.

Kelemahan itu pun kembali terlihat saat Timnas Indonesia takluk 1-3 dari Vietnam. Anak asuh Simon tidak bisa menandingi fisik prima para pemain Vietnam.

Kondisi fisik yang menurun memudahkan tim lawan untuk memenangi pertandingan. Setidaknya itu yang terjadi saat Timnas Indonesia takluk dari Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Saat meladeni Malaysia, Timnas Indonesia sempat unggul 2-1 di paruh pertama. Namun, kondisi fisik yang menurun membuat Timnas Indonesia tidak bisa menjaga keunggulan dan akhirnya takluk 2-3.

2. Jadwal Padat

Jadwal padat termasuk salah satu alasan yang seringkali ditiupkan saat Timnas Indonesia meraih hasil negatif dalam sebuah pertandingan.

[Gambas:Video CNN]
Alasan klasik ini muncul karena kompetisi kasta tertinggi di tanah air kerap berlangsung hampir sepanjang minggu. Hal ini dianggap tidak ideal karena jadwal padat bersama klub bisa membuat seorang pemain kehabisan bensin kala memperkuat tim Merah Putih.

Jika mengacu kiprah Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022, hampir setiap pemain memang tidak bisa tampil bertenaga sepanjang pertandingan.

3. Hilang Konsentrasi

Seusai laga kontra Vietnam, Simon menyebut sebagian besar pemain sudah tampil bagus. Namun, konsentrasi yang tidak terjaga dengan baik selama 90 menit bisa dimanfaatkan Vietnam.

Tiga Alasan Klasik Timnas Indonesia Kalah
Alhasil, Vietnam bisa mencetak dua gol hanya dalam waktu enam menit untuk unggul 3-0. Gol dari Irfan pun jadi tidak berarti karena hanya memperkecil kekalahan untuk Timnas Indonesia.

Hal lain yang disoroti Simon adalah kesalahan yang tidak perlu dari pemainnya. Kesalahan dari Rudolof Yanto Basna yang menekel lawan berujung penalti.

"Kita tidak bisa menekel sambil lompat. Kalau di Liga 1 mungkin dianggap bukan pelanggaran, tapi ini level Piala Dunia, yang mana ada sedikit sentuhan di kotak penalti bisa berujung penalti. Ini wasit internasional, sedikit kesalahan tapi bisa fatal," kata Simon seperti dikutip dari situs resmi PSSI. (jal)