PSSI dan Pemerintah Bentuk Dua Tim Sukseskan Piala Dunia U-20

CNN Indonesia | Selasa, 29/10/2019 19:13 WIB
PSSI dan Pemerintah Bentuk Dua Tim Sukseskan Piala Dunia U-20 PSSI akan bersinergi dengan pemerintah untuk Piala Dunia U-20 2021. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- PSSI dan pemerintah disebut akan membentuk dua tim terpisah untuk menyukseskan persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Hal itu diungkapkan Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria usai bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali di Kantor Kemenpora, Selasa (29/10).

Tisha mengatakan surat resmi penunjukan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 oleh FIFA sebetulnya diserahkan kepada PSSI dengan bantuan penuh dari pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, bakal ada dua tim terpisah yang akan dibentuk antara PSSI dan pemerintah.

"Akan ada dua tim terpisah yang akan dibentuk khususnya antara PSSI dan pemerintah dalam area renovasi dan percepatan-percepatan terkait jaminan pemerintah yang telah ditandatangani," ucap Tisha usai pertemuan dengan Menpora.


Sedikitnya ada delapan kementerian dan lembaga yang turut menyertakan dokumen wajib berupa jaminan sebagai salah satu persyaratan utama untuk PSSI maju jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

PSSI dan Pemerintah Bentuk Dua Tim Sukseskan Piala Dunia U-20Timnas Indonesia U-19 akan mewakili Indonesia saat jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Selain jaminan dari pemerintah yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, terdapat pula jaminan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kapolri dan setiap kepala daerah tempat venue penyelenggaraan Piala Dunia U-20.

"Jadi nanti kepanitiaan ada di bawah PSSI langsung. Karena ini single event, jadi memiliki dewan pengarah, dewan pelindung langsung dari pemerintah Indonesia yang nantinya disusun bersama antara PSSI dan Kemenpora yang tentunya dipimpin Menpora beserta jajaran," jelas Tisha.

Sedangkan untuk penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021 akan dilakukan oleh PSSI bersama dengan beberapa negara lain yang sudah berkomitmen untuk turut membantu Indonesia sebagai tuan rumah. Sebut saja, Myanmar, Qatar, Bahrain, Jepang, Vietnam dan beberapa negara lain di kawasan Asia.

"Piala Dunia U-20 di Indonesia menjadi step dari rangkaian penting event sepak bola di Asia karena tahun 2022 akan ada Piala Dunia di Qatar. Jadi Piala Dunia U-20 mendapatkan atensi dari FIFA dan rekan-rekan di federasi lain," kata Tisha.

Di sisi lain, pengalaman Indonesia menggelar Asian Games dan Asian Para Games 2018 disebut Sesmenpora Gatot S Dewa Broto juga menjadi pelajaran untuk Piala Dunia U-20 2021. Instruksi Presiden (Inpres) terkait persiapan Piala Dunia U-20 juga diharapkan bisa selesai dalam pekan ini, supaya pekan depan bisa segera digelar rapat dengan PSSI terkait detail dan teknis persiapan.

[Gambas:Video CNN]
Menurut Gatot, konsep Asian Games 2018 tidak bisa diaplikasikan seutuhnya untuk penyelenggaraan Piala Dunia U-20. PSSI dinilai lebih tahu soal teknis persiapan, meski pemerintah sudah memahami alurnya.

Sedangkan terkait anggaran, saat ini tidak bisa disebut jumlah pastinya baik di Keppres (Keputusan Presiden) maupun Inpres yang bakal diterbitkan. Kendati demikian, tapi Gatot memastikan perkiraan dana itu bakal muncul.

"Misalnya Kementerian PUPR itu bertanggung jawab soal renovasi stadion dan lapangan latihan akan berkoordinasi dengan PSSI. Kira-kira stadion mana saja yang akan direnovasi, itu anggarannya Kementerian PUPR yang nanti akan munculkan bunyi rupiahnya. Jadi bunyi rupiahnya bisa muncul awal tahun depan."

"Satu hal yang positif dari kami ke PSSI. Di awal saya tanyakan ke Tisha, 'ini untuk bidding tuan rumah tidak ada commitment fee yang harus dibayar?' karena Asian Games ada. Ternyata ini tidak masuk dalam persyaratan tuan rumah. Paling tidak kami konsentrasi ke biaya penyelenggaraan," tegas Gatot.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto menegaskan bahwa pemilihan stadion yang bakal digunakan sebagai venue pertandingan Piala Dunia U-20 2021 adalah keputusan FIFA. PSSI hanya menyodorkan beberapa stadion yang sesuai dengan persyaratan dari FIFA.

PSSI dan Pemerintah Bentuk Dua Tim Sukseskan Piala Dunia U-20PSSI menyiapkan 10 stadion untuk venue Piala Dunia U-20 2021 salah satunya Stadion Gelora Bung Karno. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Pemilihan Stadion Tergantung FIFA

PSSI telah menyiapkan sepuluh stadion untuk dipilih FIFA sebagai venue Piala Dunia U-20 2021. Kesepuluh stadion itu adalah Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Pakansari (Bogor), Stadion Manahan (Solo), Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali), Stadion Mandala Krida (Yogyakarta), Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Wibawa Mukti (Cikarang), Stadion Patriot (Bekasi), Stadion Jalak Harupat (Bandung), dan Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya).

"Kami memberikan pilihan kepada FIFA untuk memilih enam dari 10 stadion yang kami siapkan. Kami serahkan keputusannya kepada FIFA," kata Iwan.

Iwan turut menjelaskan alasan tidak dimasukkannya Stadion Papua Bangkit sebagai salah satu venue di Piala Dunia U-20 2021. Menurut Iwan, Stadion Papua Bangkit masih dalam proses pembangunan ketika FIFA melakukan inspeksi tahap pertamanya ke Indonesia.

PSSI disebut tidak berani untuk berspekulasi pembangunan Stadion Papua Bangkit bisa selesai pada 2021. Meskipun dalam perencanaannya, Stadion Papua Bangkit bakal menjadi venue utama pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.

PSSI dan Pemerintah Bentuk Dua Tim Sukseskan Piala Dunia U-20
"Tapi saat FIFA inspeksi, bentuk fisiknya harus sudah jadi dulu. Jadi 10 stadion yang diinspeksi itu fisik stadion harus sudah jadi dulu. Kemudian, mereka [FIFA] bertanya dan menginginkan minimal ada lima lapangan latihan di sekeliling stadion dengan kualitas rumput yang sama dengan stadion utamanya. Lahannya [untuk membangun lapangan latihan] ada enggak? Kalau tidak ada, pasti sudah langsung dihapus dari daftar," jelas Iwan.

Ratu Tisha menambahkan syarat stadion yang diminta FIFA untuk menggelar Piala Dunia U-20 berbeda dengan Piala Dunia senior. Salah satunya adalah stadion tersebut sudah pernah menggelar FIFA International Friendly Match.

PSSI disebut Tisha memasukkan Stadion Maguwoharjo dalam salah satu venue yang bakal diinspeksi FIFA sebagai lapangan latihan dan Stadion Mandala Krida sebagai lapangan pertandingan. Keputusan penggunaannya nanti seperti apa masih menunggu inspeksi dari FIFA.

"Kalau rekan-rekan media menyadari, kenapa kemarin kami menggelar pertandingan Bali dan Bung Tomo, karena stadion-stadion itu sudah beberapa kami menggelar pertandingan FIFA. Jadi Piala Dunia U-20 ini berbeda dengan senior. Kalau senior memang ada [stadion] yang belum selesai [dibangun] pun bisa. Tapi untuk yang junior, harus yang existing dan used," terang Tisha. (TTF/jal)