Jadi Calon Ketua PSSI, Rahim Klaim Bukan Rezim Lama

CNN Indonesia | Rabu, 30/10/2019 22:20 WIB
Jadi Calon Ketua PSSI, Rahim Klaim Bukan Rezim Lama Rahim Soekasah (kanan) maju sebagai calon Ketua Umum PSSI. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Maju sebagai calon Ketua Umum PSSI, Rahim Soekasah mengklaim bukan bagian dari rezim lama induk sepak bola nasional tersebut.

Apalagi, Rahim mengaku kali ini tidak mendapat dukungan dari mantan Wakil Ketua Umum PSSI, Nirwan Bakrie.

Rahim dan Nirwan disebut-sebut memiliki hubungan yang cukup dekat. Rahim merupakan Ketua Badan Tim Nasional Indonesia (BTN) ketika Nirwan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI pada 2009 era Nurdin Halid sebagai Ketua Umum..


Duet Rahim dan Nirwan pernah membuat terobosan untuk Timnas Indonesia lewat program Primavera Sampdoria pada 1993. Nirwan yang tercatat sebagai pemilik salah satu klub Australia, Brisbane Roar juga mengajak Rahim sebagai Chairman-nya. Selain itu, Rahim juga pernah sukses membawa Pelita Jaya, klub yang kala itu dimiliki Rahim.

Jadi Calon Ketua PSSI, Rahim Klaim Bukan Rezim LamaNirwan Bakrie (ketiga dari kanan) pernah menjadi Wakil Ketua PSSI era Nurdin Halid. (Dok. Kementerian Keuangan)
Rentetan kesuksesan kerja sama yang telah dibuat membuat Rahim tidak bisa dipisahkan dari bayang-bayang Nirwan di belakangnya. Rahim selalu dikaitkan dengan Nirwan, terutama di bidang sepak bola.

"Pak Nirwan tidak dukung saya. Saya maju sebagai calon Ketua Umum PSSI tidak ada korelasinya dengan Nirwan. Saya tanya ke dia kalau saya mau maju, dia bilang tidak dukung. Saya di sini berdiri sendiri," kata Rahim kepada CNNIndonesia.com di Wisma Kemenpora, Rabu (30/10).

[Gambas:Video CNN]
Rahim juga diketahui memiliki kedekatan dengan sejumlah pengurus klub di Indonesia sejak ia tergabung dengan KPSI (Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia]. Ia juga terpilih sebagai Waketum PSSI versi KPSI, mendampingi La Nyalla Mattalitti sebagai Ketum pada 2012 lalu.

Meski masih punya keterkaitan dengan wajah-wajah lama di PSSI, Rahim meyakinkan ia bersih dari berbagai hal negatif yang disangkutpautkan dengan kepengurusan saat ini. Mulai dari mafia bola, pengelolaan liga sampai ke Timnas Indonesia.

Jadi Calon Ketua PSSI, Rahim Klaim Bukan Rezim Lama
"Saya orang lama, tapi tidak pernah di atas, saya di tim saja. Saya tahu masalahnya ada di mana, tapi kalau saya teriak-teriak juga tidak ada gunanya. Selama saya di sepak bola kan tidak ada cacat, saya tidak nyogok-nyogok."

"Beda antara menyenangi dan menjiwai. Kalau saya menjiwai. Saya pernah bilang waktu masih jadi BTN, kalian boleh benci dengan PSSI, tapi jangan dengan Timnas. Sekarang bahaya, waktu Timnas [Indonesia] lawan Thailand yang datang sepi, sekarang jadi seperti antipati. Rasa percayanya hilang," jelasnya. (TTF/nva)