Tyson Memilih Jadi Petinju karena Muhammad Ali

CNN Indonesia | Minggu, 10/11/2019 14:59 WIB
Tyson Memilih Jadi Petinju karena Muhammad Ali Mike Tyson mengakui tidak terlalu menggemari tinju, namun amat mengidolakan Muhammad Ali. (AFP PHOTO/STR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mike Tyson mengakui sejak kecil bukan penggemar tinju. Si Leher Beton termotivasi berkarier di atas ring karena sosok hebat Muhammad Ali.

Tyson menyebut lebih tertarik dengan olahraga gulat ketimbang bertarung tinju di atas ring.

"Dahulu saya sangat suka menyaksikan aksi para pegulat seperti Bruno Sammartini dan Killer Kowalski. Saya sama sekali bukan penggemar tinju," demikian pengakuan Tyson dalam buku biografi berjudul Iron Ambition: My Life with Cus D'Amato dikutip dari Daily Star.


Bahkan sejak sudah berkarier sebagai petinju profesional, Tyson masih merasa tinju hanya sekadar profesi.

Muhammad Ali merupakan idola Mike Tyson. (Muhammad Ali merupakan idola Mike Tyson. (Reuters)
Pandangan itu berubah ketika Tyson melihat sekumpulan anak-anak kecil pamer film biografi Muhammad Ali berjudul "The Greatest" yang diproduksi pada 1977.

"Menyaksikan film biopik sangat menyenangkan. Ketika film itu akan berakhir, lampu menyala dan tiba-tiba Ali muncul dari panggung dan tempat itu meledak [diiringi kembang api]."

"Dia mulai bercerita kepada kami soal berada di penjara, bagaimana dia dipenjara dan kehilangan kebebasannya. Dia menceritakan kata-kata yang begitu indah, hal yang menginspirasi. Pidato itu mengubah hidup saya," kata Tyson.

[Gambas:Video CNN]
Dari pidato dan kisah luar biasa Muhammad Ali, Tyson muai menyadari yang dia lakukan bukan sekadar menjadi petinju.

"Menjadi petinju bukan yang saya inginkan setelah mendengarkan Ali. Saya baru mengetahui bahwa saya ingin menjadi terkenal," tutur Tyson.

Tyson Akui Bukan Penggemar Tinju Tapi Idolakan Ali
Si Leher Beton kemudian mengatakan mulai terinspirasi aura dan semangat Ali di ring tinju, namun bukan dari segi teknik dalam pertarungan. Pasalnya, Tyson mengakui hanya sekali menyaksikan pertandingan Ali.

"Satu-satunya saya menyaksikan Ali ketika dia bertarung melawan Leon Spinks untuk kedua kalinya [1978]. Suatu ketika saya sedang di Brownsville dengan teman-teman ketika melihat pria masuk ke toko."

"Semua orang kemudian mengarahkan pandangan ke arah layar televisi memperlihatkan pertarungan itu. Saya sangat menyukai Ali, tapi tidak terlalu tertarik dalam pertarungan tinjunya," kata Tyson. (bac/nva)