Suasana Ruang Ganti Timnas Indonesia U-19 Saat Fakhri Pamit

CNN Indonesia | Senin, 11/11/2019 13:27 WIB
Suasana Ruang Ganti Timnas Indonesia U-19 Saat Fakhri Pamit Fakhri Husaini pamit usai Timnas Indonesia U-19 melawan Korea Utara. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ruang ganti Timnas Indonesia U-19 tetap ceria dan penuh kegembiraan ketika pelatih Fakhri Husaini menyatakan pamit dari skuat Garuda Nusantara usai hasil imbang melawan Korea Utara U-19, Minggu (10/11).

Fakhri pamit usai pertandingan melawan Korea Utara U-19. Mantan kapten Timnas Indonesia itu pamit dari kursi pelatih Indonesia U-19 karena kontraknya dengan PSSI berakhir usai Kualifikasi Piala Asia U-19 2020.

Wakil kapten Timnas Indonesia U-19 Rizky Ridho mengatakan tidak ada momen sedih ketika Fakhri berpamitan. Rizky memastikan Fakhri dan para pemain Timnas Indonesia U-19 hanya merayakan sukses melangkah ke putaran final Piala Asia U-19 2020.


"Tidak ada suasana sedih waktu di ruang ganti setelah pertandingan. Semuanya senang-senang saja, coach Fakhri juga ikut senang-senang," ujar Rizky Ridho kepada CNNIndonesia.com.

Timnas Indonesia U-19 lolos ke putaran final Piala Asia U-19 2020.Timnas Indonesia U-19 lolos ke putaran final Piala Asia U-19 2020. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Komentar senada juga diungkapkan bek kanan Timnas Indonesia U-19 Bagas Kaffa. Bagas mengatakan Fakhri hanya menitipkan beberapa pesan kepada skuat Timnas Indonesia U-19, salah satunya menjaga diri dan tetap meningkatkan kualitas saat tampil di Piala Asia U-19 2020.

"Saya tidak tahu siapa pemain yang sedih atau menangis [karena akan ditinggal Fakhri] waktu di ruang ganti. Semuanya senang-senang, termasuk coach Fakhri," ucap Bagas.

Suasana Ruang Ganti Timnas Indonesia U-19 Saat Fakhri Pamit
Lebih lanjut Bagas menyayangkan jika Fakhri sampai diganti PSSI. Pasalnya, Bagas termasuk salah satu pemain yang cukup lama dilatih Fakhri sejak di Timnas Indonesia U-16.

Bagas merupakan salah satu andalan Fakhri saat Timnas Indonesia U-16 juara Piala AFF U-16 2018, bersama Mochammad Supriadi, David Maulana, Ernando Sutaryadi, dan beberapa pemain lain yang juga tampil di Kualifikasi Piala Asia U-19 2020.

"Pemain harus profesional [kalau Fakhri diganti]. Dan rasanya untuk adaptasi tidak akan berpengaruh banyak, karena pemain-pemain lama juga masih banyak," ucap Bagas.

"Soal adaptasi taktik pelatih baru, itu tergantung masing-masing pemainnya saja. Mudah-mudahan kontrak coach Fakhri diperpanjang," kata Bagas menambahkan.

[Gambas:Video CNN]
Sementara itu Supriadi khawatir jika Fakhri diganti pelatih lain di Timnas Indonesia U-19. Supriadi menganggap para pemain Timnas Indonesia U-19 harus bekerja lebih keras untuk menerapkan keinginan pelatih baru nanti.

"Takutnya kami harus menyesuaikan diri lagi dengan pelatih baru. Kalau dengan coach Fakhri kan sudah tahu betul keinginannya seperti apa," ujar Supriadi.

Dalam konferensi pers usai melawan Korea Utara di laga terakhir Grup K di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Fakhri mengaku akan kembali fokus sebagai karyawan Pupuk Kaltim Bontang usai kontraknya sebagai pelatih Indonesia U-19 berakhir.

Fakhri juga berharap PSSI tetap memilih pelatih lokal jika ia tidak lagi dipercaya menangani Garuda Nusantara berlaga di Uzbekistan. (sry/har)