Pengamat: Malaysia Layak Disanksi FIFA

CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 16:16 WIB
Pengamat: Malaysia Layak Disanksi FIFA Malaysia disebut layak untuk dihukum FIFA usai pengeroyokan suporter Indonesia. (CNN Indonesia/Nova Arifianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat sepak bola nasional, Supriyono menyatakan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) layak disanksi FIFA terkait kekisruhan yang terjadi di Stadion Bukit Jalil, pada laga kualifikasi antara Malaysia vs Timnas Indonesia, Selasa (12/11).

Terkait dugaan pengeroyokan suporter Timnas Indonesia oleh para terduga pelaku, Supriyono mengungkapkan walau terjadi di luar area Stadion Bukit Jalil, tetap merupakan bagian dari rangkaian pertandingan antara Malaysia vs Indonesia.

"Kejadian itu kan satu rentetan dalam pertandingan sepak bola antara Indonesia dengan Malaysia. Walaupun di luar stadion, tapi kejadiannya rentetan pertandingan. Dan kehadiran suporter berbondong-bondong ke Malaysia buat mendukung timnas, bukan sekadar jadi turis. Jadi kalau memang ada bukti-bukti yang jelas soal pengeroyokan, Malaysia layak buat disanksi FIFA," kata Supriyono kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/11).


Meski insiden dugaan pengeroyokan di luar stadion masih menjadi perdebatan terkait Malaysia layak disanksi FIFA atau tidak, lanjut Supriyono, fakta bahwa terjadi pelemparan benda-benda dari terduga para oknum pendukung tuan rumah ke suporter Indonesia jadi bukti sah pihak FAM harus mendapatkan sanksi dari FIFA.

Belum lagi berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, aksi suporter menyalakan flare atau asap suar juga melanggar aturan disiplin FIFA dalam penyelanggaraan laga resmi internasional dan pantas diberikan hukuman.

Supriyono menegaskan dalam pertandingan sepak bola nilai-nilai sportivitas wajib dijunjung tingi. Tidak hanya oleh pemain dan suporter, tapi juga federasi sepak bola sebuah negara hingga pemerintah.

Pengamat: Malaysia Layak Disanksi FIFALempar suar sempat terjadi di laga Malaysia vs Indonesia. (AP Photo/Vincent Thian)
Oleh karena itu, menurut Supriyono sudah selayaknya Malaysia meminta maaf atas kejadian tersebut.

"Rivalitas Indonesia dengan Malaysia ini jangan malah selalu dipertajam dengan situasi. Minimal upaya minta maaf, mengobati yang sakit atau ganti rugi. Jangan sampai harga diri kita sebagai bangsa yang bermartabat diinjak-injak," tegasnya.

[Gambas:Video CNN]
Kejadian dugaan pengeroyokan suporter Indonesia di Malaysia disebut Supriyono sudah bukan lagi sebatas ranah PSSI. Tetapi juga sudah menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia karena sudah menyangkut masyarakat sipil.

Pengamat: Malaysia Layak Disanksi FIFA
"Situasi ini jangan sampai menginjak-injak harkat dan martabat negara ini. Kenapa mereka [Malaysia] selalu memperkeruh suasana. Sudah cukup TKI/TKW disudutkan mereka."

"Kalau di luar negeri pemerintah yang bertanggung jawab terhadap warganya. Pemerintah juga harus ikut membantu mencari solusi, salah satunya lapor ke FIFA. Jangan semua lepas tangan. Apalagi kalau Malaysia angkuh dan sombong tidak mau minta maaf, pemerintah laporkan saja ke FIFA," jelas Supriyono yang juga mantan penggawa Timnas Indonesia tersebut.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Soemantri, kepada CNNIndonesia.com mengatakan mendesak pihak penyelenggara pertandingan di bawah FAM maupun pemerintah Malaysia minta maaf terkait insiden dugaan pengeroyokan terhadap suporter Indonesia di Negeri Jiran.

"PSSI harus bersikap bersama pemerintah. PSSI ini harus diingatkan, ditegur. Ini bukan hanya 90 menit pertandingan yang jadi tanggung jawab PSSI, bukan sebatas 22 pemain. Tapi kejadian ini juga ada pemain ke-12 yang jauh-jauh datang untuk mendukung Timnas Indonesia," ujarnya. (jal)