Pengeroyokan Suporter RI Disebut Bukan di Stadion Bukit Jalil

CNN, CNN Indonesia | Sabtu, 23/11/2019 02:37 WIB
Pengeroyokan Suporter RI Disebut Bukan di Stadion Bukit Jalil Laga Malaysia vs Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Nova Arifianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polis Diraja Malaysia (PDRM) menyatakan telah melakukan penyelidikan terkait video viral yang diduga sebagai aksi pengeroyokan suporter Indonesia.

Pengarah Jabatan Siasatan Jenayah PDRM Dato' Huzir Bin Mohamed dalam keterangan resminya mengatakan video yang beredar di media sosial tersebut bukan kejadian yang terjadi di sekitar stadion Bukit Jalil, Malaysia.

"Berdasarkan siasatan awal, PDRM percaya insiden tersebut tidak berlaku di sekitar Stadium Nasional BUkit Jalil," tulis Dato' Huzir dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (22/11).



Menurutnya, video berdurasi 48 detik tersebut sengaja disebar di media sosial untuk memperburuk citra Malaysia. Ia juga menduga penyebaran video ini bisa memengaruhi hubungan antar kedua negara.

"Selain itu, penyebaran video tersebut juga dilihat mempunyai agenda untuk memudaratkan keselamatan rakyat Malaysia yang berada di Indonesia," ujarnya.

Lebih jauh, pihak PDRM mengimbau korban dan saksi-saksi yang ada dalam rekaman video tersebut untuk melapor ke pihak kepolisian.

"PDRM menggesa individu yang menjadi mangsa sebagaimana dipaparkan di dalam video teresbut, untuk tampil membuat laporan polis. Mana-mana individu yang menjadi saksi atau mempunyai maklumat berkenaan insiden tersebut juga diminta untuk tampil membantu siasatan," tulisnya.

Sebelumnya beredar video dugaan pengeroyokan terhadap dua suporter Indonesia oleh sekelompok suporter Malaysia.

Menanggapi video yang beredar, Menpora Malaysia, Syed Saddiq mengatakan hal tersebut sebagai hoaks. Dalam video yang diunggah melalui Instagram dan Twitter, ia menyebut kabar pemukulan dan penusukan suporter Indonesia adalah hoaks dan hanya bertujuan untuk memecah belah hubungan dua negara tetangga.

"Kepada rekan-rekan di Indonesia tolonglah jangan percaya hoaks, berita palsu, fitnah. Yang berkata bahwa ada pendukung Indonesia yang dipukul, dan juga ada penusukan yang dilakukan oleh pendukung Malaysia," ujar Saddiq.

"Saya sendiri telah membuat laporan polisi. Saya juga telah menghubungi polisi Malaysia yang telah berhubungan dengan polisi Indonesia. Bahwa video tersebut adalah hoaks, tipu dan fitnah, tidak betul," tutur Saddiq menanggapi video yang viral dua hari setelah pertandingan Malaysia vs Indonesia.

Sementara itu Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto membantah ucapa Saddiq. Ia mempertanyakan keraguan Saddiq dan meminta keterlibatan pihak ketiga untuk pengecekan.

"Kalau masih meragukan kebenaran video tersebut silakan panggil pihak independen, bisa FIFA, untuk mengecek kebenaran kejadian tersebut," ujar Gatot kepada CNNIndonesia.com pada Jumat (22/11). (evn/evn)