Menpora Bingung Beri Bonus Cabor Dance Sport di SEA Games

TTF, CNN Indonesia | Senin, 02/12/2019 21:15 WIB
Menpora Bingung Beri Bonus Cabor Dance Sport di SEA Games Dwi Cindy (kanan) menang di cabor dance sport SEA Games 2019. (Dok. CdM SEA Games 2019)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengaku bingung untuk memberi bonus dance sports setelah dinyatakan sebagai ekshibisi di SEA Games 2019.

Sebelumnya, Dwi Cindy Desyana memenangkan sport dance di SEA Games mengalahkan Filipina. Namun karena hanya diikuti dua negara, pertandingan itu dinyatakan hanya sebagai ekshibisi.

Seharusnya, Cindy berhak atas apresiasi bonus Rp200 juta atas pencapaiannya. Namun karena medali emas Cindy tidak masuk dalam perhitungan medali keseluruhan, bonus Cindy masih dipertimbangkan.


Menpora Bingung Beri Bonus Cabor Dance Sport di SEA Games
"Ini dia [bonus] yang sedang kami pikirkan. Bonus itu pakai dana APBN, harus ada pertanggungjawabannya. Kasihan kalau tidak dikasih, tapi kalau dikasih pertanggungjawaban kami bagaimana?"

"Bisa jadi temuan BPK [Badan Pengawas Keuangan] nanti. Saya sudah janji untuk tidak ada satu rupiah pun uang negara yang diselewengkan," ujar Zainudin kepada CNNIndonesia.com.

Menpora Bingung Beri Bonus Cabor Dance Sport di SEA GamesMenpora Zainudin Amali masih akan mempertimbangkan bonus untuk dance sport. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Kondisi ini dipercaya dapat membuat kecewa Cindy maupun tim ofisial dance sport yang telah berjuang meraih prestasi di SEA Games 2019 Filipina.

"Jangankan bonus, [medali] tidak dihitung saja pasti sudah kecewa karena dari awal mereka masuk cabor resmi dipertandingkan. [bonus] nanti kami akan bicarakan lebih lanjut," ucap Zainudin.

[Gambas:Video CNN]
Menpora kemudian menjelaskan alasan medali emas cabor dance sport tidak dihitung dalam klasemen perolehan medali Kontingen Indonesia di SEA Games 2019.

"Jadi memang awalnya dipertandingkan dengan hitungan medali. Tetapi menjelang upacara pembukaan ada council meeting dan baru diketahui ternyata ada dua negara peserta.

"Akhirnya diputuskan untuk ekshibisi karena untuk dipertandingkan minimal harus ada tiga negara peserta," kata Zainudin. (bac)