Diketahui, Shalfa saat ini terdaftar sebagai siswi jurusan bahasa, kelas XII di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kebomas, Gresik, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Imam pun mengatakan bahwa rencana Shalfa untuk pindah sekolah itu juga telah disambut baik Wali Kota Kediri. Soal di mana nanti atlet 17 tahun itu bersekolah, hal itu diserahkan langsung ke pihak keluarga.
Lebih lanjut, Imam pun mengungkap bahwa kondisi Shalfa sangat drop usai mendapat tuduhan tersebut. Namun kliennya kini mendapatkan semangat baru usai menerima dukungan moral dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
"Sebenarnya Shalfa kemarin sempat drop, kami sebagai kuasa hukum pun bertanya sangat sulit. Namun mendengar pernyataan dari Gubernur Khofifah ada semangat baru dan hari ini bisa tersenyum. Sebelumnya tidak bisa karena sangat depresi dan tertutup," katanya.
Senada, Khofifah pun juga memberikan tawaran terhadap Shalfa untuk melanjutkan studinya di daerah asalnya, Kediri. Hal itu menurut Khofifah, agar Shalfa tak menderita trauma berkepanjangan.
Khofifah pun mengaku telah menjalin komunikasi dengan Wali Kota Kediri untuk memastikan sekolah mana yang bakal menjadi tempat Shalfa melanjutkan studi.
Sementara itu, Persatuan Senam Indonesia (Persani) berjanji akan menjatuhkan sanksi kepada pelatih jika terbukti benar menuding salah satu atletnya tidak perawan hingga dicoret pelatnas SEA Games 2019. (frd/jun)
