Ruud Gullit Legenda Belanda Berdarah Ambon yang Dilirik PSSI

CNN Indonesia | Rabu, 04/12/2019 18:36 WIB
Ruud Gullit Legenda Belanda Berdarah Ambon yang Dilirik PSSI Ruud Gullit (kanan) legenda Timnas Belanda yang dilirik PSSI untuk jadi pelatih Timnas Indonesia. (AFP PHOTO / Glyn KIRK)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ruud Gullit ramai jadi perbincangan publik sepak bola Indonesia. Itu setelah Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule mengungkapkan tertarik merekrutnya untuk melatih Timnas Indonesia.

Iwan Bule mengatakan sudah berusaha menghubungi mantan pemain AC Milan dan Chelsea itu.

"Sementara kami kontak Ruud Gullit, tetapi belum ada respons dari dia. Kami minta Sekjen [Ratu Tisha] berkomunikasi dengan dia di Belanda. Belum ada kepastian bisa atau tidak dia," ujar Iwan Bule di Manila.


Ruud Gullit merupakan legenda Timnas Belanda dan pernah malang-melintang di klub-klub raksasa Eropa. Penyerang kelahiran Amsterdam itu pernah sukses membawa Tim Oranye juara Piala Eropa 1988.

Ruud Gullit saat mengunjungi Ambon pada 2015. (Ruud Gullit saat mengunjungi Ambon pada 2015. (ANTARA FOTO/Embong Salampessy)
Pernah memperkuat Feyenoord dan PSV Eindhoven, Ruud Gullit bersinar sebagai pemain top kala membela AC Milan. Dia mempersembahkan trofi Liga Italia Serie A pada musim 1987/1988, 1991/1992, dan 1992/1993.

Ruud Gullit juga pernah mempersembahkan dua trofi Piala Europa--sekarang Liga Champions--untuk I Rossoneri pada 1988/1989 dan 1989/1990.

Dia tercatat pernah meraih penghargaan pemain terbaik versi Ballon d'Or pada 1987. Saat itu dia mengalahkan nama dua legenda Real Madrid, Paulo Futre dan Emilio Butragueno.

[Gambas:Video CNN]
Sebagai pelatih, Ruud Gullit juga pernah mengantarkan Chelsea juara Piala FA 1997 ketika menangani klub raksasa Liga Inggris tersebut.

Selain harum di Belanda, Ruud Gullit punya kedekatan tersendiri dengan Indonesia. Sang ayah, George Gullit, yang merupakan kelahiran Suriname masih keturunan Ambon.

Ruud Gullit Legenda Belanda Berdarah Ambon Dilirik PSSI
Ruud Gullit bahkan tidak pernah melupakan tanah kelahiran leluhurnya tersebut di wilayah Indonesia bagian timur.

Pada 2015, Ruud Gullit bahkan pernah berkunjung ke Ambon atas undangan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy.

Ruud Gullit merasa bahagia saat itu bisa mengunjungi tanah kelahiran leluhurnya di Kota Ambon.

Karier kepelatihan terakhir Ruud Gullit menjabat sebagai asisten pelatih timnas Belanda dari 2017 hingga 2018. (bac/har)