Pengorbanan Edgar untuk meraih medali emas wushu di SEA Games 2019 di tengah duka meninggalnya sang ayah, Lo Tjhiang Meng, disebut sebagai bukti cintanya buat Indonesia.
Meski sedang dibalut kesedihan, Edgar tetap berjuang demi Merah Putih. Pengorbanannya pun membuahkan hasil yang membanggakan, terutama buat sang ayah yang meninggal beberapa jam sebelum kepergian sang ayah, Selasa (3/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto saat melayat ke rumah duka almarhum ayah Edgar Xavier. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
"Saya kelahiran Indonesia, saya bawa nama Indonesia. Di SEA Games, saya bela Indonesia dan saya mengumandangkan Indonesia Raya bukan lagu negara lain, karena saya warga negara Indonesia dan sampai kapan pun saya akan berjuang untuk Indonesia," kata Edgar saat menerima kedatangan Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto di Rumah Duka Grand Heaven, Rabu (4/12).
Edgar memutuskan untuk tetap berjuang di Filipina dan tidak pulang ke Jakarta untuk menemui mendiang sang ayah. Keputusan itu diambil karena ia teringat dengan pesan sang ayah beberapa waktu lalu yang memintanya untuk tidak boleh berhenti berusaha dan berjuang meraih prestasi.
[Gambas:Video CNN]
Saat itu ia juga bertekad untuk berjuang meraih medali emas yang untuk terakhir kalinya ia persembahkan buat sang ayah.
Pengorbanan Edgar demi Merah Putih mendapatkan apresiasi dari Kemenpora. Rencananya, Edgar dan keluarga bakal diundang secara khusus dalam acara pemberian bonus kepada para peraih medali di SEA Games 2019 di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (12/12).
"Di luar dugaan kami perjuangan dan semangat Edgar itu mengalahkan segala-galanya. bukan tidak cinta dengan almarhum papanya, tapi untuk sementara dia betul-betul fokus. Paing tidak ini jadi inspirasi bagi atlet-atlet lain bahwa rasa cinta kita kepada keluarga itu penting."
"Tapi pada saat dituntut untuk berkontribusi buat negara, Edgar tidak banyak bicara. Dia hanya membuktikan bahwa kontribusi dan pengorbanan seorang Edgar luar biasa," ujar Gatot. (ttf/bac)
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto saat melayat ke rumah duka almarhum ayah Edgar Xavier. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)