MU Kalahkan Tottenham, Ketakutan Mourinho Jadi Kenyataan

CNN Indonesia | Jumat, 06/12/2019 05:50 WIB
MU Kalahkan Tottenham, Ketakutan Mourinho Jadi Kenyataan Ketakutan Mourinho menjadi kenyataan setelah MU tekuk Tottenham 2-1. (AP Photo/Rui Vieira)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manchester United mengalahkan Tottenham Hotspur 2-1 pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Rabu (4/12) malam waktu setempat.

Pelatih Tottenham Jose Mourinho menyebut kekalahan timnya dari tuan rumah seperti ketakutan yang menjadi kenyataan.

Usai pertandingan, Mourinho sudah berusaha keras mengingatkan ancaman dari Setan Merah kepada para penggawanya. Meski demikian, dia cukup menyesalkan karena para pemain tidak terlalu mendengarkan peringatan tersebut.


"Saya sudah katakan kepada mereka [para pemain] soal pendekatan [Manchester] United di kandang mereka lawan Liverpool dan Chelsea. Mereka selalu memulai pertandingan dengan bagus."

"Para pemain mereka bermain dengan kecepatan tinggi, terus menekan dan berusaha mengangkat semangat para pendukung tuan rumah," kata Mourinho dikutip dari Daily Mail.

MU kalahkan Tottenham 2-1 berkat dua gol Marcus Rashford. (MU kalahkan Tottenham 2-1 berkat dua gol Marcus Rashford. (AP Photo/Rui Vieira)
Mourinho juga sempat mengingatkan para pemainnya, MU bukan tim yang mudah dikalahkan meski saat ini masih terpuruk.

"Biasanya mereka mendapatkan hasil buruk melawan tim-tim yang lebih kecil darinya. Ketika menghadapi tim-tim besar, orang-orang berpikir bakal sulit bagi mereka [MU]."

"Kenyataannya tidak sulit bagi mereka karena tanggung jawab mereka berubah. Mereka menjadi lebih nyaman dengan gaya permainan mereka," tutur Mourinho.

[Gambas:Video CNN]
Penyerang Spurs Dele Alli mengatakan skuatnya kalah dari MU karena tidak berusaha menunjukkan penampilan maksimal mereka.

"Kami sudah tahu yang harus kami lakukan. Kami harus mengimbangi energi mereka. Kami kalah bukan karena mereka bermain luar biasa. Ini masalah sikap kami."

MU Kalahkan Tottenham, Ketakutan Mourinho Jadi Kenyataan
"Kami tak cukup lapar dan terlalu lambat. Mungkin karena sedikit arogan dan terlalu percaya diri," ucap Alli. (bac/jun)