Glenn mengatakan kepada CNNIndonesia.com, pihaknya tidak tahu batalnya Cintya meraih perak SEA Games 2019 karena perubahan soal pembagian medali dalam suatu ajang.
Aturan soal pembagian medali itu dibuat agar tidak ada dominasi medali oleh satu negara. Pada poin ke-19 surat amandemen itu disebutkan: medali emas, perak, dan perunggu hanya diberikan kepada atlet individu terbaik per negara di tiga besar mixed team untuk nomor beach laser run dan beach triathle.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya kami tidak tahu. Tapi setelah kami tanya-tanya ternyata ada [surat amandemen itu]. Sayangnya surat tersebut tidak dilanjutkan dari NOC ke PB. Saya pelatih merangkap manajer belum pernah terima," ujar Glenn, Jumat (6/12).
Dea Salsabila Putri dan Cintya Nariska jadi yang terbaik di nomor beach triathle individual putri dengan menempati posisi pertama dan kedua di pesta olahraga ASEAN edisi ke-30 ini.
Ilustrasi pentathlon. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
"Di technical meeting juga tidak diangkat sebagai kasus khusus. Jadi bahas lebih banyak tentang [badai] topan," Glenn menjelaskan.
[Gambas:Video CNN]
Glenn menyayangkan kesalahpahaman dari persoalan amandemen aturan ini. Kalau aturan tersebut diketahui sejak awal, modern pentathlon Indonesia akan meminta Dea dan Cintya bersaing sehat demi Merah Putih.
"Anaknya [Cintya] nangis terus. Ini juga kaitannya sama bonus. Semoga diperhatikan sama negara, NOC juga memperhatikan. Karena ini buah perjuangan anak-anak," tutur Glenn.
Pemerintah menjanjikan bonus senilai Rp200 juta kepada atlet yang meraih emas di kategori individu, Rp100 juta untuk perak dan perunggu Rp60 juta.
"Medali emasnya oke, hanya peraknya saja karena memang ada aturan bahwa per negara hanya bisa satu medali di dua nomor yang disebutkan. Surat amandemen [dari PHISGOC] itu sudah dikirimkan ke PB, manajer harusnya sudah tahu," Harry menegaskan saat dikonfirmasi. (ttf/nva)
Ilustrasi pentathlon. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)