Indonesia finis di posisi keempat klasemen perolehan medali dengan raihan 72 emas, 83 perak dan 111 perunggu. Jumlah tersebut sudah melebihi target perolehan 45-50 medali emas.
Meski demikian posisi empat pun belum mampu meraih target yang diharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan menempati peringkat kedua klasemen. Indonesia masih berada di bawah tuan rumah Filipina, Vietnam dan Thailand yang menguasai tiga besar Asia Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para atlet peraih medali SEA Games 2019 saat menerima bonus di Hotel Grand Sahid. (CNN Indonesia/Surya Sumirat) |
Kegagalan MTB putra yang menjadi sasaran target medali emas dibayar tuntas Aiman Cahyadi di nomor road race individual time trial putra. Medali emas Aiman sebenarnya tidak masuk target, namun pebalap PGN Racing Road Cycling itu berhasil membuat kejutan.
Satu lagi disumbangkan I Gede Siman Sudartawa usai menjadi yang tercepat di nomor 50 meter gaya punggung putra yang digelar di New Clark City Aquatic Arena lewat catatan waktu 25,12 detik. Sedangkan nomor lain, 200 meter gaya punggung putra, 10 kilometer renang terbuka putra serta 100 meter gaya punggung putri gagal emas. Total akuatik membawa pulang dua emas, enam perak, dan tujuh perunggu.
"Ini hasil terbaik kami dengan waktu persiapan aktif yang minim sejak Mei lalu. Persiapan kami terlambat, pemerintah baru mulai memberikan dukungan Mei, sedangkan renang itu cabor strategis tidak bisa persiapan jangka pendek," ucap Albert C Sutanto, pelatih timnas renang kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/12).
Albert menambahkan capaian Siman juga dibubuhi keberuntungan. Pasalnya, Siman sempat mengalami cedera dislokasi punggung pada Desember 2018 yang membuatnya absen latihan sampai April 2019.
Albert menambahkan program latihan yang diberikan untuk Siman pun digenjot langsung ke persiapan khusus. Termasuk ketika timnas akuatik menggelar pemusatan latihan ke Amerika.
Emilia Nova meraih emas SEA Games di nomor lari halang rintang cabor atletik. (Photo by TED ALJIBE / AFP) |
"Kalau dibandingkan, Filipina itu enam bulan latihan di luar negeri. Vietnam dan Singapura tahunan latihan di luar negeri dan tidak pernah putus. Malaysia bawa pelatih kelas olimpiade, kami hanya David Armandoni yang kelasnya jauh dari Sergio Lopez Miro yang melatih Joseph Schooling," ujar Albert.
"Renang ini tidak bisa dipukul rata dukungannya seperti cabor lain. Kami berharap pemerintah lebih serius dengan cabor strategis dan Olimpiade seperti kami bisa diprioritaskan supaya bisa berhasil. Singapura saja dengan dukungan luar biasa pemerintahnya bisa dapat 23 emas," ucap Albert.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu beberapa cabor juga menunjukkan keperkasaannya di Asia Tenggara. Bahkan mereka mampu meraup medali yang jumlahnya jauh di atas target.
Sebut saja dayung yang mampu memboyong 10 medali emas dari SEA Games 2019 di Filipina. Atau menembak yang meraih tujuh emas dari tiga yang ditargetkan.
Sekjen Pengurus Besar Persatuan Menembak Seluruh Indonesia (PB Perbakin) Firtian Yuditstiawan mengatakan banyak hal yang dilakukan untuk bisa mencapai prestasi maksimal kali ini. Mulai dari aspek teknis yang didukung pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sampai aspek non teknis lewat upaya pendekatan dan diplomasi.
"Hasil ini semuanya karena kekuatan doa dan restu dari Tuhan. Tapi di luar itu, kami semua membuat perencanaan. Jadi hasil ini memang sudah direncanakan," kata Yudit.
Dijelaskan Yudit, PB Perbakin sejak Februari 2019 sudah melakukan diplomasi dengan tuan rumah Filipina untuk menawarkan apa yang bisa dibantu Indonesia supaya sukses sebagai penyelenggara. Dari situ, kata Yudit, ia diberi tahu informasi nomor-nomor yang bakal dipertandingkan sekaligus aturan main yang digunakan.
"Tanpa tahu itu, kami akan kesulitan mempersiapkan atlet dan regulasi. Setelah kami tahu baru kami persiapkan atlet. Sebab dari 14 nomor yang dipertandingkan, sembilan di antaranya nomor baru yang belum dipertandingkan," ujar Yudit.
Selain menembak, boling yang ditarget satu emas juga meraih empat emas. Tidak ingin kalah, angkat besi menorehkan empat emas dari tiga yang diharapkan. Begitu juga judo dan sambo yang ikut menambah kejutan tambahan medali emas buat Indonesia.
Meski demikian, persiapan minim dari sejumlah cabor terutama dengan nomor-nomor yang banyak mendulang emas menjadi evaluasi yang harus dibenahi setiap pemangku kepentingan.
Sokongan pemerintah terutama dalam hal apresiasi atlet berprestasi sudah sangat baik. Kini tinggal dukungan yang lebih maksimal terkait persiapan demi mengangkat prestasi Merah Putih.
Tahun depan Indonesia juga akan ambil bagian di Olimpiade 2020 di Tokyo. Persiapan harus dilakukan sejak dini dan lebih matang lagi dari sejumlah cabor proyeksi medali. Dukungan pemerintah pun harus total memberikan dukungan. (bac)
Para atlet peraih medali SEA Games 2019 saat menerima bonus di Hotel Grand Sahid. (CNN Indonesia/Surya Sumirat)
Emilia Nova meraih emas SEA Games di nomor lari halang rintang cabor atletik. (Photo by TED ALJIBE / AFP)