Setien bukan pelatih top dan akrab dengan gelar. Prestasi terbaik pria asal Spanyol itu hanya sebatas gelar Piala Super Spanyol, itu pun diraih saat jadi pemain Atletico Madrid pada 1985 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guardiola berhasil mempersembahkan 14 gelar untuk Barcelona berkat permainan tiki taka. (AP Photo/Rui Vieira) |
Ciri permainan itu dominan terlihat saat Setien membuat Real Betis jadi tim kuda hitam La Liga musim 2017/2018. Permainan ofensif dan permainan bola-bola pendek dari penjaga gawang mengantarkan Los Verdiblancos finis di posisi keenam klasemen akhir.
Di musim tersebut, Setien menggunakan pakem formasi 3-5-2 . Betis asuhan Setien selalu bermain dengan garis pertahanan tinggi, menuntut kreativitas pemain di lini tengah, dan jarak antara pemain depan wajib selalu berdekatan.
[Gambas:Video CNN]
Khusus di lini tengah, Setien sudah punya pakem tetap yaitu dua pemain kreatif dan satu gelandang bertahan yang piawai mengalirkan bola. Di musim 2017/2018, Setien mengandalkan Fabian Ruiz dan Andres Guardado sebagai gelandang kreatif yang didukung Javi Garcia sebagai gelandang bertahan.
Sedangkan di musim 2018/2019, mantan pelatih Las Palmas itu mengandalkan Guardado dan Giovani Lo Celso yang dipinjam dari Paris Saint-Germain. Tugas sebagai gelandang bertahan yang mengalirkan bola diemban William Carvalho yang direkrut dari Sporting Lisbon.
Pakem dua gelandang kreatif dan satu gelandang bertahan ini sesuai dengan selera Guardiola. Kala itu, Guardiola mengandalkan trio Sergio Busquets, Xavi Hernandez, dan Andres Iniesta yang begitu ditakuti di Spanyol serta Eropa.
Di era Valverde, ketiga pemain ini jarang tampil bersama. Mantan pelatih Athletic Bilbao itu biasanya hanya memakai satu gelandang bertahan, satu gelandang kreatif, dan seorang gelandang petarung yakni Arturo Vidal.
Kedatangan Setien juga bisa membuat kapten tim, Lionel Messi lebih berbahaya dibandingkan sebelumnya. Dengan dukungan dua gelandang kreatif, La Pulga bisa lebih leluasa sebagai motor permainan tim.
Bukan mustahil, Messi bisa mencetak lebih dari 40 gol semusim di La Liga yang terakhir kali ditorehkan musim 2014/2015 saat Barcelona masih diarsiteki Enrique. (jal/nva)
Guardiola berhasil mempersembahkan 14 gelar untuk Barcelona berkat permainan tiki taka. (AP Photo/Rui Vieira)