Seto Ungkap Kronologi Didepak Secara Mendadak dari PSS

CNN Indonesia | Kamis, 16/01/2020 14:34 WIB
Seto Ungkap Kronologi Didepak Secara Mendadak dari PSS Seto Nurdiantoro mengungkapkan kronologi didepak secara mendadak dari PSS Sleman. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seto Nurdiantoro mengungkapkan kronologi didepak secara dadakan dari PSS Sleman dan digantikan Eduardo Perez di kursi pelatih.

Seto tak diperpanjang kontraknya sebagai pelatih di klub Liga 1 itu dan digantikan Perez. Pelatih asal Spanyol itu merupakan mantan asisten Luis Milla di Timnas Indonesia.

Beredar kabar bahwa Seto awalnya meminta kenaikan gaji hingga 50 persen dalam perpanjangan kontrak.


Pelatih 45 tahun itu pun membenarkan kabar tersebut saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (16/1) siang. Mantan gelandang Timnas Indonesia itu mengungkapkan kronologi negosiasi dengan pihak PSS hingga didepak secara mendadak dari klub itu.

PSS Sleman saat menghadapi Persebaya. (PSS Sleman saat menghadapi Persebaya. (ANTARA FOTO/Moch Asim)
"Iya, saya sempat bertemu dengan Pak Fatih [Chabanto, CEO PSS] pada Sabtu (11/1). Saya mengajukan kenaikan gaji 50 persen untuk kontrak baru," ujar Seto.

Seto melanjutkan, pihak klub tidak menyanggupi permintaan itu dan meminta penurunan persentase kenaikan gaji yang diminta.

"Kemudian kami bertemu lagi pada Senin [13/1], namun tak dihadiri Pak Fatih. Hanya ada Direktur Utama, Direksi, dan Komisaris klub."

"Mereka hanya sanggup memberikan kenaikan gaji sekitar 30 persen. Saya katakan akan konsultasi dahulu dengan keluarga. Bukan berarti saya menolak," kata Seto.

Tak ada komunikasi lagi antara Seto dan pihak klub sejak pertemuan itu. Namun, dia mengaku kaget ketika manajemen memutuskan menggantinya dengan Eduardo Perez di kursi pelatih pada Kamis (16/1) pagi.

Seto Ungkap Kronologi Didepak Secara Mendadak dari PSS
"Sejujurnya keputusan itu memang agak kurang apik. Tapi saya mengerti karena ini sudah menjadi dinamika sepak bola. Mungkin ini sudah menjadi jalan Tuhan untuk saya," tutur Seto.

Sementara itu, CNNIndonesia.com sempat mencoba menghubungi Fatih untuk meminta konfirmasi, namun tak ada respons dari CEO PSS tersebut.

Sebelumnya, suporter fanatik PSS, Brigata Curva Sud (BCS), mengungkapkan kemarahan mereka di media sosial dengan meramaikan tagar #BCSMelawan memprotes keputusan klub mendepak Seto.

Para suporter menilai Seto memiliki andil besar membawa PSS promosi musim lalu dan bertahan untuk Liga 1 2020.

Elang Jawa jadi satu-satunya tim promosi yang bertahan. Bahkan, PSS sukses mengunci posisi di peringkat delapan klasemen Liga 1 2019.

"Jungkir balik tanpa imbal balik," demikian kalimat yang diviralkan para netizen fan PSS di Twitter di tagar #BCSMelawan.

BCS berencana mengadakan pertemuan malam ini untuk membuat pernyataan sikap.

[Gambas:Video CNN] (bac/jun)