Gagal di Indonesia Masters, Praveen/Melati Incar Olimpiade

CNN Indonesia | Jumat, 17/01/2020 23:15 WIB
Gagal di Indonesia Masters, Praveen/Melati Incar Olimpiade Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mengincar gelar di ajang All England dan Olimpiade. (dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gagal di Indonesia Masters 2020, ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menegaskan mengincar gelar di ajang All England dan Olimpiade.

Kekalahan dari peringkat 21 dunia, Thom Gicquel/Delphine Delrue, tidak ditanggapi berlebihan oleh Praveen/Melati. Pasangan ganda campuran terbaik Indonesia itu tetap fokus di kejuaraan dengan level lebih tinggi ketimbang Indonesia Masters yang merupakan kejuaraan level Super 500.

"Kalah di turnamen [level Super] 500 atau 750 buat kami tidak apa-apa. Karena goal kami ada di All England dan Olimpiade. Kami sudah banyak dapat pelajaran di Malaysia Masters dan Indonesia Masters ini. Kami akan evaluasi lagi ke depannya buat persiapan All England," terang Praveen.


Kekalahan di perempat final Indonesia Masters 2020 diakui Praveen tak lepas dari perbedaan beban mental yang ditanggung.

Gagal di Indonesia Masters, Praveen/Melati Incar OlimpiadePraveen Jordan/Melati  Daeva Oktavianti gagal melangkah ke semifinal Indonesia Masters 2020. (dok. PBSI)
"Lawan bukan unggulan, jadi mereka main nothing to lose. Mau lawan siapapun mereka fight saja. Mereka tidak ada beban. Sebelumnya mereka juga mengalahkan unggulan keempat [Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai]."

[Gambas:Video CNN]
"Beda sama kami yang main di tempat sendiri dan ada beban buat menang. Tapi yang penting kami sudah memberikan yang terbaik," kata Praveen usai pertandingan.

Pasangan yang dibentuk pada 2018 itu mengatakan pasangan Prancis itu tidak terlalu istimewa secara teknik, namun memiliki strategi permainan yang cukup baik.

Gagal di Indonesia Masters, Praveen/Melati Incar Olimpiade


Melati hanya menyayangkan penyelesaian akhir yang kurang baik di gim ketiga yang membuat mereka gagal melaju ke semifinal.

"Di gim terakhir disayangkan ya, karena di awal bisa mimpin jauh cuma pas setelah poin 11 itu banyak bola mati sendiri . Dari poin 11 ke 20 finishing kita mati sendiri terus di poin-poin kritisnya itu," ucap Melati menambahkan. (TTF/nva)


BACA JUGA