Big Reds Indonesia Tak Mau Jemawa Soal Liverpool Juara

CNN Indonesia | Selasa, 21/01/2020 15:01 WIB
Big Reds Indonesia Tak Mau Jemawa Soal Liverpool Juara Liverpool berpeluang besar meraih gelar Liga Inggris musim ini. (AP Photo/Jon Super)
Jakarta, CNN Indonesia -- Basis pendukung Liverpool di Indonesia, Big Reds IOLSC tak mau bersikap jemawa terkait peluang tim kesayangan mereka bakal juara meski sudah berada di atas angin dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini.

Liverpool unggul 16 poin atas Manchester City plus punya sisa satu laga lebih banyak. Kondisi tersebut membuat Liverpool sulit dikejar tim-tim lain di Liga Inggris musim ini.

Presiden Big Reds IOLSC, Dimas Pridinaryana Putra, menilai sikap pendukung Liverpool serupa dengan sikap skuat asuhan Jurgen Klopp, yaitu meredam optimisme berlebihan dan fokus pada tiap laga di depan.

Big Reds Indonesia Tak Mau Jemawa Soal Liverpool JuaraLiverpool sudah tidak juara Liga Inggris selama 30 tahun. (AP Photo/Jon Super)
"Liga Inggris sulit ditebak, tidak seperti liga lainnya, yang cuma ada dua tim dan itu lagi, itu lagi."


"Tetapi yang seperti kami amini, Jurgen Klopp sudah berkata bahwa Liverpool akan fokus di setiap pertandingan, baik menghadapi tim kecil maupun tim besar. Ibarat final di setiap pertandingan," kata Dimas kepada CNNIndonesia.com.

Dimas mengakui suporter Liverpool sudah lama menantikan momen emas keberhasilan Liverpool di Liga Inggris. Meski meraih cukup banyak gelar dalam tiga dekade terakhir, Liverpool terakhir kali juara Liga Inggris pada 1990.

[Gambas:Video CNN]
"Selama 30 tahun tidak juara adalah hal yang dinantikan semua suporter Liverpool terutama yang lahir di era 90-an yang tidak mengetahui kapan Liverpool juara Liga Inggris."

Big Reds Indonesia Tak Mau Jemawa Soal Liverpool Juara
"Namun, dengan performa tim yang kompak di dalam dan di luar lapangan, skuat yang tidak banyak berubah serta mentalitas yang dipunyai, Liverpool bisa mewujudkan mimpi kami semua," ucap Dimas.

Dimas menilai salah satu kunci kekuatan Liverpool adalah motivasi untuk tidak mengulang kegagalan.

"Mentalitas ini yang memacu para pemain di tim untuk tidak lagi mengulang kegagalan. Kalau diingat lagi, musim lalu kami hampir juara hanya dengan selisih satu poin," kata Dimas.

Musim lalu, Liverpool menunjukkan salah satu penampilan terbaik dalam sejarah Premier League. 'The Reds' bahkan mengumpulkan 97 poin, salah satu poin tertinggi klub dalam sejarah Liga Inggris, namun gagal jadi juara Liga Inggris karena kalah satu poin dari Manchester City. (TTF/jal)