LIB Merugi, Klub Liga 1 2020 Belum Dapat Subsidi Rp15 Miliar

CNN Indonesia | Rabu, 05/02/2020 22:11 WIB
PT LIB belum bisa memberi subsidi Rp15 miliar untuk klub Liga 1 2020 karena masih harus menutupi biaya operasional musim lalu. Persija dan Arema FC merupakan peserta kompetisi Liga 1 2020. (ANTARA FOTO/H Prabowo/ama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Cucu Somantri menyebut belum bisa memberi subsidi Rp15 miliar untuk klub Liga 1 2020 karena masih merugi Rp30 miliar pada musim lalu.

Lantaran masih harus menomboki biaya kebutuhan operasional musim lalu, LIB dipastikan tidak bisa memenuhi janji Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, yang menjanjikan dana subsidi sebesar Rp15 miliar untuk masing-masing klub Liga 1 musim ini.

"Evaluasi tahun lalu kami minus. Jadi apa yang kami dapatkan dengan kebutuhan operasional minus Rp30 miliar. Jadi sekarang bagaimana kami meningkatkan subsidi kalau kebutuhan saja minus? Tahun ini minimal mencukupi, jangan sampai ada kekurangan lagi. Tapi kami hitung-hitung bisa meningkat dan tidak akan turun lagi [kebutuhan biaya]," ucap Cucu di Jakarta, Selasa (4/2).


Pada saat kampanye jelang pemilihan Mochamad Iriawan memang menjanjikan subsidi yang jumlahnya tiga kali lipat dari subsidi klub Liga 1 2019.

LIB Merugi, Klub Liga 1 2020 Belum Dapat Subsidi Rp15 MiliarM Iriawan pernah mengemukakan subsidi Rp15 miliar untuk klub peserta Liga 1. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
LIB, lanjut Cucu, tengah berusaha memberdayakan transparansi keuangan di tubuh operator kompetisi Liga 1 tersebut supaya pembagian keuntungan bisa didistribusikan kepada seluruh klub peserta Liga 1.

"Ini jadi tantangan kami sebagai pengurus. Kami janji di masa kepemimpinan Pak Iwan, janji subsidi Rp15 miliar akan kami usahakan. Tapi tidak mungkin sekarang. Kami bangga Direktur Kepolisian bekerja sama dengan kami untuk menjamin jadwal pertandingan di kompetisi. Kalau ini berjalan dengan baik, nilai Liga juga naik lalu janji Pak Iwan bisa kami laksanakan," jelas Hasani Abdul Ghani, Exco PSSI sekaligus Komisaris LIB.

Hasani menambahkan nilai jual Liga 1 saat ini berkisar di antara $12-13 juta. Jumlah ini disebut jauh lebih kecil dari nilai jual Liga Inggris yang mencapai $40 juta.

"Mudah-mudahan kalau semua berjalan baik, janji kampanye Pak Iwan bisa kami penuhi. Kalau bisa di tahun kedua [kepengurusan Iwan Bule sebagai Ketua Umum PSSI janji subsidi Rp15 miliar bisa terpenuhi]. Tapi paling tidak selama kepengurusan ini, kami akan laksanakan," ujar Hasani.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, untuk pemasukan musim kompetisi Liga 1 2020, Hasani mengatakan hampir semua sponsor di 2019 kembali ambil bagian, termasuk pemegang hak siar.

"Jadi tidak banyak perubahan, ada tambahan baru [sponsor] tapi masih digodok. Tahun ini bisa menjalankan liga dengan waktu yang tepat dan tidak ada ganjalan saja sudah luar biasa. Tapi tahun berikutnya kami janji ada peningkatan kalau enggak tidak ada, apa gunanya orang-orang hebat ini jadi pengurus," ungkapnya.

Klub Pasrah LIB Belum Bisa Penuhi Janji

Ketidakmampuan LIB memenuhi janji subsidi Rp15 miliar untuk masing-masing klub diterima legowo beberapa pengurus klub.

Manajer Persik Kediri, Benny Kurniawan, dan Direktur Operasi Bhayangkara FC, Sumardji, memaklumi kondisi keuangan LIB kendati tidak membantah klub berharap mendapat dana subsidi besar.

"Kalau itu nggak mengganggu keuangan PSSI diharapkan bisa tetap dipenuhi. Semoga tahun depan bisa terealisasi," kata Benny, Selasa (5/2).

"Sebenarnya kami merasa ibarat dapat angin segar dengan penambahan subsidi yang sudah disampaikan. Tapi kami harus realistis dengan kondisi keuangan PSSI dan LIB. Tentu kami berharap kami bisa dapat tambahan lebih yang jadi keinginan dambaan kemauan teman-teman klub Liga1. Ada naik tapi kecil sekali," jelas Sumardji ketika dikonfirmasi secara terpisah oleh CNNIndonesia.com. (TTF/nva)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK