ANALISIS

Indonesia Mengasah Mental Juara Tanpa China

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Rabu, 12/02/2020 06:30 WIB
Indonesia Mengasah Mental Juara Tanpa China Kevin/Marcus jadi salah satu andalan Indonesia di Kejuaraan Badminton Beregu Asia. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketidakhadiran China di Kejuaraan Badminton Beregu Asia adalah sebuah kerugian bagi Indonesia. Skuat Merah-Putih kini harus mengasah mental juara tanpa ujian terbaik yang bisa dihadapi.

Indonesia telah memasang target tinggi tahun ini berupa juara Piala Thomas 2020. Piala Thomas sudah lama tak dimenangkan oleh Indonesia. Kali terakhir Indonesia juara Piala Thomas pada edisi 2002 dan setelah itu Indonesia selalu gigit jari.

Pada tahun ini, Indonesia punya skuat yang mentereng. Indonesia punya Jonatan Christie dan Anthony Ginting di nomor tunggal dan memiliki Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.


Materi tim tersebut cukup membuat Indonesia optimistis memasang target juara di Piala Thomas bulan Mei mendatang. Sebelum menuju Piala Thomas, Kejuaraan Badminton Beregu Asia adalah salah satu turnamen yang bisa dimanfaatkan sebagai 'ajang pemanasan'.

Kejuaraan Badminton Beregu Asia memang menghadirkan trofi juara, namun kelas turnamen tersebut seringkali 'hanya' dianggap sebagai kualifikasi menuju gelaran Piala Thomas.

Ahsan/Hendra bakal jadi andalan selain Kevin/Marcus di ganda putra. (Ahsan/Hendra bakal jadi andalan selain Kevin/Marcus di ganda putra. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Indonesia adalah juara di dua edisi terakhir Kejuaraan Badminton Beregu Asia. Namun, Indonesia bernasib sial ketika Piala Thomas digelar. Pada tahun 2016, Indonesia jadi runner up sedangkan dua tahun kemudian terhenti di babak semifinal.

Pada Kejuaraan Badminton Beregu Asia tahun ini, Indonesia tak lagi menyimpan pemain seperti dua tahun lalu. Kevin/Marcus diikutsertakan dalam tim.

Indonesia Mengasah Mental Juara Tanpa China
Melihat materi yang ada, tim pelatih mengusung misi untuk mencari tunggal ketiga di antara Shesar Hiren Rhustavito dan Firman Abdul Kholik plus mencari ganda yang punya mental bertanding lebih bagus di pertandingan beregu.

Karena itu ketidakhadiran China yang terhalang masuk Filipina karena kasus Corona juga jadi kerugian bagi Indonesia. Hal itu lantaran Indonesia kehilangan salah satu lawan terbaik untuk menguji kekuatan.

Sebelumnya, Indonesia juga sudah dirugikan oleh cedera yang dialami Kento Momota sehingga Jepang tidak tampil dengan kekuatan penuh.

Terlepas dari ketidakhadiran China, Indonesia wajib menjaga fokus di turnamen ini. Masih ada beberapa negara yang bisa jadi ujian serius bagi Indonesia.

Dengan berada satu grup dengan Korea, Indonesia sudah mendapat tantangan serius sejak awal turnamen. Meski tiket perempat final sudah di tangan, Indonesia wajib menang demi status juara grup.

Dari grup lain, Taiwan dan India yang punya sektor tunggal tangguh, Malaysia dengan sejumlah pemain muda, dan Jepang yang kuat di ganda punya potensi bagus untuk jadi lawan serius bagi Indonesia.

Pembuktian Tim Putri Indonesia

Sementara itu di sektor putri, Indonesia akan menemui tantangan dari Thailand dan Filipina di babak penyisihan grup.

Filipina di atas kertas bisa ditaklukkan oleh Indonesia. Sementara itu Thailand yang tampil tanpa Ratchanok Intanon juga masih bisa diimbangi Indonesia.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu jadi andalan tim putri Indonesia di sektor ganda. (Greysia Polii/Apriyani Rahayu jadi andalan tim putri Indonesia di sektor ganda. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Sektor ganda plus Gregoria Mariska bakal jadi andalan Indonesia untuk unjuk gigi di turnamen ini. Keberhasilan Indonesia di Kejuaraan Badminton Beregu Asia bakal berdampak langsung pada kepercayaan diri mereka untuk tampil di Piala Uber bulan Mei mendatang.

Ujian serius bagi Indonesia bakal datang di babak delapan besar. Mereka akan bertemu dengan negara-negara tangguh.

Dengan demikian, status juara grup akan menjadi penting untuk dimenangkan. Bila meraih status juara grup, Indonesia kemungkinan besar bakal terhindar dari Jepang dan Korea yang merupakan favorit di babak delapan besar.

Masuk semifinal jadi target yang realistis untuk tim putri Indonesia di turnamen ini. Bila mampu melaju ke babak akhir, hal itu akan jadi nilai lebih bagi tim putri Indonesia. (jun)