Indonesia Satu Grup dengan Korea di Kejuaraan Beregu Asia

CNN Indonesia | Senin, 10/02/2020 20:55 WIB
Indonesia Satu Grup dengan Korea di Kejuaraan Beregu Asia Jonatan Christie bakal menjadi salah satu andalan Indonesia di nomor tunggal putra pada Kejuaraan Beregu Asia 2020. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim bulutangkis putra Indonesia berada satu grup dengan Korea Selatan dalam Kejuaraan Beregu Asia 2020, sementara tim putri tetap bakal bersaing melawan Thailand dan Filipina.

Jonatan Christie dan kawan-kawan yang semula berada di Grup A bersama India dan Filipina kini hanya bakal bersaing dengan Korsel.

Perubahan terjadi karena China dan Hong Kong menyatakan mundur dari kejuaraan beregu itu terkait aturan pemerintah Filipina, selaku tuan rumah, mengenai pendatang dari dua negara tersebut di tengah isu virus corona sehingga pihak panitia mengulang pengundian.


"Memang perubahan draw ini bisa menguntungkan, bisa juga merugikan. Tapi dari awal kami sudah siap kalau ada perubahan seperti ini, yang penting dari tim dan individu masing-masing siap," ujar Manajer Tim Indonesia, Susy Susanti.

"Di satu sisi kami bisa lebih irit tenaga. Tapi di pertandingan pertama, langsung dapat lawan yang lumayan kuat. Kami tidak boleh lengah," tambahnya.

Indonesia Satu Grup dengan Korea di Kejuaraan Beregu AsiaMohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi salah satu andalan Indonesia di Kejuaraan Beregu Asia. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Tim putri Indonesia akan menjalani pertandingan pertama melawan Filipina pada Rabu (12/2) pukul 10.00 waktu setempat. Sementara tim putra melawan Korea pada pukul 16.00 waktu setempat.

Khusus bagi tim putra, kemenangan atas Korea dipastikan membuat Indonesia menjadi juara grup. Seandainya kalah, Indonesia tetap akan melaju ke babak selanjutnya dengan status sebagai runner up.

Indonesia Satu Grup dengan Korea di Kejuaraan Beregu Asia


Selain perubahan susunan grup, panitia penyelenggara juga mengantisipasi penyebaran virus corona dengan memberi kelonggaran kepada para atlet untuk tidak bersalaman dengan lawan, wasit, serta hakim servis, sebelum dan sesudah pertandingan.

"Khusus untuk kejuaraan ini, para atlet dikasih kelonggaran. Boleh salaman, boleh nggak salaman. Kalau nggak salaman, boleh cuma kasih salam seperti yang biasa dilakukan pemain asal Thailand," kata Susy.

[Gambas:Video CNN]

(nva/sry)