ANALISIS

Menanti AC Milan Murka di Tengah Duka

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Kamis, 13/02/2020 07:25 WIB
Menanti AC Milan Murka di Tengah Duka Zlatan Ibrahimovic akan memimpin AC Milan menghadapi Juventus di leg pertama Coppa Italia. (Spada/Lapresse via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- AC Milan tak punya banyak panggung untuk berprestasi musim ini. Karena itu laga semifinal Coppa Italia wajib dimaksimalkan sekuat tenaga.

Milan mengalami pukulan telak dalam laga lawan Inter Milan akhir pekan lalu. Kekalahan dari Inter Milan terasa begitu menyakitkan. Bukan hanya karena kalah dari rival sekota, mereka juga menelan kekalahan saat sudah unggul dua gol di babak pertama.

Milan tak punya banyak waktu untuk berduka atas kekalahan tersebut. Kekalahan dari Inter memang menghambat niat Milan untuk memperbaiki posisi di Serie A, namun kekalahan dari Inter tak pantas diratapi berlebihan, terutama bila mengingat Juventus sudah menanti di depan mata.


Laga lawan Juventus pada leg pertama semifinal Coppa Italia adalah laga penting bagi Milan. Coppa Italia adalah satu-satunya kesempatan bagi Milan untuk mengakhiri musim dengan gelar di tangan.

Sebagai klub besar, Milan sudah lama hampa gelar. Gelar terakhir yang didapat Milan adalah Supercoppa Italia di tahun 2016. Gelar tersebut sejatinya bukanlah gelar yang bisa diagungkan untuk menggambarkan nama besar Milan.

[Gambas:Video CNN]
Di Liga Italia, Milan terakhir kali juara pada 2011 sedangkan di Coppa Italia Milan terakhir kali jadi pemenang pada 2003.

Untuk tataran Eropa dan Dunia, Milan terakhir kali meraih Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub pada 2007. Catatan miris ini yang harus segera dihapus Milan musim ini.

Menanti AC Milan Murka di Tengah Duka
Dalam upaya bangkit dari keterpurukan, Milan sudah melakukan sejumlah upaya perekrutan bintang. Namun sejauh ini hasil yang ada belum maksimal.

Usaha terakhir Milan musim ini adalah mengembalikan Zlatan Ibrahimovic.Usaha yang terlihat penuh rasa putus asa ini justru efektif dan hasilnya mulai nyata.

Ibrahimovic yang sudah berusia 38 tahun justru mampu membangkitkan gairah Milan. Sejak Ibrahimovic datang di awal tahun, Milan belum pernah merasakan kekalana sampai akhirnya mereka menemui hal tersebut ketika laga melawan Inter pekan lalu.

AC Milan baru menelan kekalahan dari Inter di Serie A.AC Milan baru menelan kekalahan dari Inter di Serie A. (AP Photo/Antonio Calanni)
Ibrahimovic yang punya jam terbang tinggi sukses meniupkan kepercayaan diri pada pemain-pemain Milan yang selama ini seolah terlihat penuh keraguan di lapangan.

Ibrahimovic tentu bakal kembali diandalkan Milan untuk menghadapi Juventus. Di laga lawan Inter, Ibrahimovic mampu mencetak satu gol dan satu assist.

Memanfaatkan Kelengahan Juventus

Kesalahan Milan dalam laga lawan Inter adalah kehilanga kontrol permainan dengan mudah di babak kedua. Dua gol cepat dari Marcelo Brozovic dan Matias Vecino membuyarkan kepercayaan diri Milan.

Di laga lawan Inter, terlihat jelas bahwa lini belakang Rossonerri sangat rapuh. Gol-gol yang dicetak pemain Inter menunjukkan banyak celah yang ada di lini belakang.

Juventus juga baru menelan kekalahan dari Verona di Liga Italia.Juventus juga baru menelan kekalahan dari Verona di Liga Italia. (MARCO BERTORELLO / AFP)
Alessio Romagnoli yang jadi jenderal lini belakang harus lebih piawai dalam memberikan komando rekan-rekan setimnya.

Milan harus memaksimalkan kesempatan main di kandang lebih dulu dengan maksimal. Mereka harus berani bermain dengan pola yang lebih menyerang.

Nama-nama seperti Rafael Leao, Samu Castillejo, hingga Ante Rebic punya kualitas untuk bisa jadi penopang serangan Milan yang bakal berujung pada Ibrahimovic.

Cristiano Ronaldo akan berhadapan dengan Ibrahimovic.Cristiano Ronaldo akan berhadapan dengan Ibrahimovic. (Marco Bertorello / AFP)
Juventus juga datang dalam kondisi yang buruk. Mereka baru saja menelan kekalahan dari Verona di laga Liga Italia. Pada laga tersebut, lini belakang Juventus juga tampil tidak solid.

Posisi Maurizio Sarri di Juventus juga tengah tak aman. Performa inkonsisten Bianconeri menuntun Sarri pada risiko pemecatan.

Cristiano Ronaldo kemungkinan besar bakal dimainkan di laga ini karena Sarri tak mau mendapat tekanan lebih besar. Juventus juga tengah terlalu bergantung pada CR7 karena empat dari lima gol terakhir Juventus disumbangkan oleh pemain Portugal tersebut.

Namun dengan perkembangan kualitas yang dialami Milan, Rossonerri punya kesempatan memukul Juventus di laga leg pertama kali ini, terutama bila mereka bisa menyajikan permainan seperti yang mereka tampilkan di 45 menit pertama melawan Inter Milan. (jun)