Sriwijaya menyebut PT LIB, selaku operator Liga 2, masih memiliki utang mencapai Rp3,4 miliar. Jumlah itu termasuk rating televisi, elite pro academy dan subsidi klub di Liga 1 2017 serta Liga 2 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendri Zainuddin (kanan) bertemu dengan Richard Sam Bera (kiri). (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
Tujuan Hendri datang ke kantor BOPI memang untuk melaporkan kasus utang subsidi PT LIB. Selanjutnya klub yang pernah menjadi juara liga Indonesia itu akan membuat kronologi penunggakan utang LIB. Ia berharap BOPI bisa memanggil LIB untuk sama-sama duduk satu meja menyelesaikan permasalahan utang tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua BOPI, Richard Sam Bera mengatakan akan menganalisa dan meminta laporan dari LIB terkait permasalahan tunggakan tersebut. Richard juga menyatakan bakal mempertemukan LIB dan Sriwijaya FC sebelum akhirnya mengeluarkan rekomendasi.
BOPI berharap permasalahan utang LIB ke klub-klub bisa segera selesai. Terlebih, LIB sudah menunjukkan upaya untuk menyelesaikan tunggakan tersebut meskipun dengan cara dicicil.
"Tadi pagi LIB datang dalam konteks penyelenggaraan Liga 1 2020. Kami masih mengacu rekomendasi tanggal 21 [Februari]. Kalau Liga 2 menyusul rekomendasinya. Pada saatnya nanti, verifikasi Liga 2 kami akan menjadikan permasalahan ini atau yang lainnya bahan pertimbangan untuk mengeluarkan verifikasi," imbuhnya.
[Gambas:Video CNN]
(ttf/ptr)
Hendri Zainuddin (kanan) bertemu dengan Richard Sam Bera (kiri). (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)