Bowie Haryanto
Mengawali karier sebagai wartawan olahraga di harian Berita Kota. Menjadi asisten redaktur olahraga di portal inilah.com, dan redaktur olahraga di portal viva.co.id. Sekarang menjadi writer olahraga di CNN Indonesia.

KOLOM

'Black Jesus' dan Warisan Michael Jordan

Bowie Haryanto, CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 10:28 WIB
'Black Jesus' dan Warisan Michael Jordan Legenda basket, Michael Jordan, memiliki julukan kontroversial 'Black Jesus'. (FRANCK FIFE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Siapa yang tidak kenal Michael Jordan? Saya yakin nenek Anda yang tidak mengerti olahraga sekalipun, khususnya bola basket, akan tetap tahu siapa Michael Jordan. Anak yang tumbuh di era 1990an wajib tahu legenda NBA itu.

Hari ini sang legenda merayakan ulang tahun yang ke-57 pada 17 Februari.

Saya masih ingat ketika main ke rumah nenek saya di Cempaka Putih pada pertengahan 1990an. Ketika itu pertandingan NBA masih disiarkan salah satu televisi swasta Indonesia. Dan ketika Bulls sedang bermain, beliau mengatakan, "Itu Michael Jordan ya, mas?"


Bicara tentang Jordan maka berbicara bahasa universal. NBA, nomor 23, Chicago Bulls, produk Air Jordan. Itu adalah sejumlah kata-kata universal yang langsung mengaitkan pikiran kita ke Michael Jordan.


Sangat mudah untuk mengenali dan mencintai Jordan. Penampilan luar biasa dan dominasi di lapangan hingga kemampuannya berbisnis di luar lapangan usai pensiun membuat Jordan menjadi salah satu atlet terhebat yang pernah menginjakkan kaki di bumi.

Warisan Jordan di NBA juga tetap ada meski sudah tidak bermain sejak 2003. Mulai dari sepatu Air Jordan, nomor 23, logo Jump Man, hingga kini sebagai pemilik klub Charlotte Hornets. Bahkan hingga kini nama Jordan selalu seliweran di dunia NBA.

Tak heran pula, belasan tahun setelah pensiun, ia tetap dianggap pemegang status GOAT atau Greatest of All Time di NBA.

Michael Jordan berulang tahun ke-57 hari ini. (Michael Jordan berulang tahun ke-57 hari ini. (AFP/STREETER LECKA)
Memang, akan selalu ada perdebatan tentang siapa yang pantas disebut sebagai pemain terhebat, karena bola basket bukan olahraga individu. Tapi, setidaknya untuk saya, tidak sulit untuk memilih Jordan sebagai GOAT.

Anda mungkin bisa menemukan pemain yang cepat seperti Jordan, tapi tidak akan kuat seperti dia. Mungkin ada pemain yang cepat dan kuat seperti Jordan, tapi tidak akan cerdik seperti dia. Jordan adalah definisi dari pemain bola basket yang sempurna.

Selain jadi pemain paling sempurna secara fundamental dalam permainan bola basket, Jordan juga menjadi ikon global. Bahkan Jordan sering digunakan sebagai standar kehebatan di luar bidang olahraga dengan sebutan 'The Michael Jordan of'. Hanya sedikit atlet yang bisa melakukannya.

Tapi di sini saya tidak mau membahas kehebatan Jordan sebagai pemain basket. Saya ingin membahas julukan 'Black Jesus' yang melekat kepada His Airness. Di antara julukan Jordan, mungkin 'Black Jesus' yang paling kontroversial.

Sejumlah legenda NBA seperti Kevin Garnett dan Allen Iversen menyebut Jordan sebagai 'Black Jesus'. Bahkan pemain yang benci dengan Jordan, seperti Gary Payton, menyebut Si Nomor 23 sebagai 'Black Jesus'.

"Kami memanggil dia [Jordan] 'Black Jesus' bukan tanpa alasan. Saya menghadapi Jordan untuk waktu yang lama. Dia mampu melakukan segalanya. Dia punya mental untuk menjadi juara. Dan ketika dalam posisi tertekan, dia tidak takut mengambil kesempatan," ujar Payton melalui acara Area 21.

Michael Jordan dijuluki 'Black Jesus'. (Michael Jordan dijuluki 'Black Jesus'. (Foto: Elsa/Getty Images/AFP)

Menariknya Jordan sendiri juga menjuluki dirinya 'Black Jesus'. Hal itu diungkapkan mantan pemain NBA, Reggie Miller, dalam sebuah wawancara dengan talk show Jimmy Kimmel Live!.

Miller bercerita mengenai momen ketika Jordan menjuluki dirinya sendiri dengan 'Black Jesus'. Insiden itu terjadi ketika pertandingan pramusim di musim rookie Miller. Legenda Indiana Pacers itu mengaku sukses membuat kesal Jordan di babak pertama setelah unggul 10-4.

"Michael, kamu pikir kamu siapa? Michael Jordan yang hebat? Ya benar, ada jagoan baru di kota," ujar Miller kepada Jordan.

Miller mengatakan Jordan melihatnya dengan sinis dan menggeleng-gelengkan kepala. Jordan kemudian membungkam Miller dengan mencetak 44 poin. Sementara Miller hanya mampu mencetak 12 poin.

"Di akhir pertandingan dia menciptakan 44 poin dan saya hanya 12 poin. Dan ketika dia meninggalkan lapangan dia mengatakan, 'Pastikan dan hati-hati, kamu tidak pernah bicara kepada Black Jesus seperti itu lagi'," ucap Miller.

Sejak insiden itu Miller kapok. Miller tetap melakukan trash talk di 17 musim sisa karier di NBA, tapi tidak pernah kepada Jordan. "Tidak pernah, tidak pernah kepada Jordan," ujar Miller sambil tertawa.

Petaka Trash Talk

Mungkin terlalu berlebihan bagi seorang atlet untuk menjuluki dirinya sendiri 'Black Jesus'. Tapi, para pemain NBA di era Jordan tahu jangan pernah sesumbar, mengejek, atau melakukan trash talk pada Jordan jika tidak ingin dipermalukan di atas lapangan.

Salah satu peraturan tidak tertulis di NBA era Jordan adalah: 'Jangan pernah membuat Michael Jordan marah'. Bahkan pemain legenda seperti Magic Johnson pernah merasakan 'hukuman' melanggar peraturan tidak tertulis itu.

Johnson mengaku pernah melakukan trash talk kepada Jordan dalam sebuah latihan tim bola basket Amerika Serikat jelang tampil di Olimpiade 1992 di Barcelona. Sekali lagi saya ulangi, 'dalam sebuah latihan'.

Michael Jordan saat bertanding melawan mendiang Kobe Bryant. (Michael Jordan saat bertanding melawan mendiang Kobe Bryant. (AFP PHOTO/VINCENT LAFORET)
Dikutip dari Chicago Tribune, insiden itu terjadi pada hari keempat latihan. Tim yang dibela Johnson dalam sesi pertandingan saat latihan sedang unggul 12-2 atas tim Jordan. Johnson kemudian melakukan kesalahan dengan mengatakan, "Hey kawan, jika kamu tidak berubah menjadi Air Jordan, kami akan menghancurkan tim kamu."

"Matanya kemudian melotot. Dia melakukan tembakan tiga angka, melihat saya, dan menjulurkan lidah. Kembali tiga angka dan menjulurkan lidah. Kemudian dia mencetak poin dengan cara luar biasa. Dia melompat dari sisi kanan, melakukan dunk 360, di tempat latihan. Pesan moralnya adalah, jangan pernah trash talk ke Jordan," ujar Magic.

Pesan moral dari tulisan ini adalah: "Jika Anda ingin menantang yang terhebat, sebaik Anda punya mental baja."

(vws)
LEBIH BANYAK DARI KOLUMNIS