Pelatih Persija Sesalkan Provokasi Striker Asing Persebaya

CNN Indonesia | Kamis, 20/02/2020 21:18 WIB
Pelatih Persija Sesalkan Provokasi Striker Asing Persebaya Pelatih Persija sindir aksi provokasi striker Persebaya Mahmoud Eid. (ANTARA FOTO/Moch Asim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Persija Jakarta Sergio Farias menyesalkan provokasi yang dilakukan striker asing Persebaya Surabaya di final Piala Gubernur Jatim 2020, Kamis (20/2).

Pada laga puncak yang dihelat di Stadion Delta Sidoarjo itu, Persija dipaksa menyerah 1-4 oleh Persebaya. Duel berlangsung panas dan sempat diwarnai gesekan antarpemain.

Fairas mengkritik sikap tak terpuji striker asing Persebaya, Mahmoud Eid usai mencetak gol keempat Bajul Ijo.


Pemain asal Palestina itu melakukan aksi provokasi kepada pemain Persija. Setelah mencetak gol ia menghampiri bangku pemain cadangan Persija dan menyilangkan kedua tangan pertanda game over.

Persebaya juara Piala Gubernur Jatim usai kalahkan Persija 4-1.Persebaya juara Piala Gubernur Jatim usai kalahkan Persija 4-1. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Sontak, aksi Mohamoud Eid memicu amarah dari ofisial maupun pemain Persija. Wasit akhirnya menyabut kartu kuning untuk striker berusia 26 tahun tersebut.

"Pemain asing pemain profesional kasih contoh baik. Selebrasi termasuk dari pertandingan tapi jangan penuh provokasi, tetap harus menjaga fair play," kata Sergio Fairas usai pertandingan.

Secara teknis, Fairas mengakui keunggulan Persebaya. Namun, ia mengkritik penyelenggara yang tak bisa bersikap netral terkait larangan hadir kepada suporter Persija.

Pelatih Persija Sesalkan Provokasi Striker Asing Persebaya
"Semuanya baik [tapi] final di kandang Persebaya itu susah buat siapapun tim. Ini tidak baik buat sepak bola Indonesia. Pendukung Persebaya [Bonek] bagus, tapi lebih [baik] kalau ada dua supporter [di stadion]," ujarnya.

Sebagai bentuk protes, staf pelatih dan pemain Persija memutuskan tidak menghadiri penyerahan medali di lapangan dan hanya diwakili sang manajer, Bambang Pamungkas.

Pelatih Persebaya Aji Santoso berjanji untuk memberikan nasihat kepada Mahmoud Eid yang dianggap belum paham kultur sepak bola Indonesia.

Manajer Persija Bambang Pamungkas mewakili tim untuk menerima penghargaan runner up.Manajer Persija Bambang Pamungkas mewakili tim untuk menerima penghargaan runner up. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
"Pemain baru, belum hafal atmosfer pertandingan Indonesia. Nanti saya kasih tahu. Tadi tensi tinggi. Ini pelajaran jangan terulang lagi," kata Aji Santoso. 

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Pawansa memuji penampilan kedua tim yang tampil habis-habisan di laga puncak.

"Alhamdulilah Final berjalan dengan lancar. Saya lihat Persebaya bermain cantik, cepat dan menyerang."

"Tapi Persija juga semangatnya luar biasa. Saya rasa bisa menyaksikan pertandingan yang sangat bagus dalam Final Gubernur Jatim ini," kata Khofifah usai menyerahkan trofi. (frd/jun)