Zainudin mengatakan Indonesia sampai saat ini masih menunggu keputusan dari tuan rumah Jepang terkait keberlangsungan Olimpiade yang rencananya digelar mulai 24 Juli sampai 9 Agustus 2020. Meski begitu, setiap negara peserta memiliki kebijakan masing-masing.
Lihat juga:Jadwal Lengkap MotoGP 2020 |
"Saya kira kita kan punya pemerintah, ada Kementerian Kesehatan, ya kita tunggu dari situ. Apa yang disampaikan Kemenkes itu yang akan kami ikuti."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zainudin Amali tanggapi isu rencana pembatalan Olimpiade 2020 karena virus corona. (CNN Indonesia/ Ramadhan Rizki Saputra) |
"Yang di MoU [Memorandum of Understanding] juga pembinaan jangka panjang. Jadi tidak semata-mata untuk Olimpiade. Tapi kewajiban pemerintah kepada cabor yang akan ikut Olimpiade sudah kami lakukan."
Zainudin menegaskan bahwa proses pembinaan dan pemusatan latihan para atlet sampai saat ini tetap berjalan walaupun diganggu isu virus corona yang penyebarannya semakin luas. Per Kamis (27/2), tercatat sudah 2.801 orang meninggal dunia akibat infeksi virus corona.
"Ya pasti dong. Olimpiade bukan patokan. Target kita memang berprestasi di Olimpiade, tapi pembinaan jalan terus," tutur Zainudin. (ttf/jal)
Zainudin Amali tanggapi isu rencana pembatalan Olimpiade 2020 karena virus corona. (CNN Indonesia/ Ramadhan Rizki Saputra)