Menpora Respons Isu Pembatalan Olimpiade 2020 Tokyo

CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 02:30 WIB
Menpora Respons Isu Pembatalan Olimpiade 2020 Tokyo Olimpiade 2020 di Tokyo terancam batal menyusul wabah virus corona. (AFP/CHARLY TRIBALLEAU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menanggapi isu gelaran Olimpiade 2020 Tokyo terancam batal digelar menyusul wabah virus corona.

Zainudin mengatakan Indonesia sampai saat ini masih menunggu keputusan dari tuan rumah Jepang terkait keberlangsungan Olimpiade yang rencananya digelar mulai 24 Juli sampai 9 Agustus 2020. Meski begitu, setiap negara peserta memiliki kebijakan masing-masing.


"Saya kira kita kan punya pemerintah, ada Kementerian Kesehatan, ya kita tunggu dari situ. Apa yang disampaikan Kemenkes itu yang akan kami ikuti."


"Kalau Jepang mengambil langkah itu [membatalkan Olimpiade], itu urusan dalam negeri mereka. Kami menunggu saja arahan dari Kemenkes," ucap Menpora, Kamis (27/2).

Zainudin Amali tanggapi isu rencana pembatalan Olimpiade 2020 karena virus corona. (Zainudin Amali tanggapi isu rencana pembatalan Olimpiade 2020 karena virus corona. (CNN Indonesia/ Ramadhan Rizki Saputra)
Sebelumnya, mantan atlet renang renang yang saat ini menjadi anggota IOC, Dick Pound menyebut estimasi keputusan akhir penyelenggaraan Olimpiade 2020 Tokyo bakal dikeluarkan pada akhir Mei mendatang. Pound menilai Olimpiade tidak mungkin dipindah ke lain tempat kendati ada tawaran dari negara lain.

Menpora memastikan keputusan akhir penyelenggaraan Olimpiade 2020 pada Mei mendatang tidak bakal mempengaruhi pendistribusian anggaran yang diberikan pemerintah untuk persiapan para atlet.

"Yang di MoU [Memorandum of Understanding] juga pembinaan jangka panjang. Jadi tidak semata-mata untuk Olimpiade. Tapi kewajiban pemerintah kepada cabor yang akan ikut Olimpiade sudah kami lakukan."

Menpora Respons Isu Pembatalan Olimpiade 2020 Tokyo
"Bahkan besok rencananya bakal ada MoU lagi dengan cabor yang sudah selesai review-nya," jelas Menpora yang juga politikus Partai Golkar itu.

Zainudin menegaskan bahwa proses pembinaan dan pemusatan latihan para atlet sampai saat ini tetap berjalan walaupun diganggu isu virus corona yang penyebarannya semakin luas. Per Kamis (27/2), tercatat sudah 2.801 orang meninggal dunia akibat infeksi virus corona.

Sekitar 2.744 kematian berasal dari dataran China, terutama Provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran virus corona.

"Ya pasti dong. Olimpiade bukan patokan. Target kita memang berprestasi di Olimpiade, tapi pembinaan jalan terus," tutur Zainudin. (TTF/jal)