Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, memainkan skema 3-5-2 di laga ini dengan mengandalkan Anthony Martial dan Daniel James di lini depan. Solskjaer juga menerapkan strategi serangan balik melawan Man City yang kuat dalam penguasaan bola dengan formasi 4-3-3.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, statistik itu tidak lantas membuat MU jadi tim yang inferior. Strategi serangan balik Solskjaer justru berhasil merepotkan pertahanan Man City, terutama saat dua bek sayap mereka, Joao Cancelo dan Oleksandr Zinchenko terlalu aktif membantu serangan.
Ederson membuat kesalahan dan satu di antaranya berujung gol Manchester United. (AP/Dave Thompson) |
Catatan ini jauh lebih banyak ketimbang Man City yang hanya melakukan satu usaha mencetak gol meski mendominasi permainan.
MU mendapat beberapa peluang dari Daniel James hingga Martial di paruh pertama laga. Bahkan, MU bisa unggul 1-0 berkat gol Martial usai menerima umpan bola mati yang dieksekusi Bruno Fernandes.
[Gambas:Video CNN]
Di babak kedua, situasi pertandingan tidak banyak berubah. MU tetap bermain menunggu sedangkan Man City makin agresif mengejar gol, terutama setelah Guardiola memasukkan Gabriel Jesus dan Riyad Mahrez.
Pergerakan Mahrez di sektor sayap kanan membuat bek muda MU, Brandon Williams, kerepotan. Begitu pula, pergerakan Jesus di dalam kotak penalti.
Di sisi lain, kiper Man City Ederson malah dua kali membuat kesalahan dan satu di antaranya berujung gol Scott McTominay pada masa injury time babak kedua.
Sementara MU melakukan 12 upaya mencetak gol, enam tepat sasaran, dan dua berujung gol. Hal ini jadi bukti efektivitas permainan anak asuh Solskjaer yang berhasil mengatasi penguasaan bola milik tim tamu. (jal)
Ederson membuat kesalahan dan satu di antaranya berujung gol Manchester United. (AP/Dave Thompson)