F1 Bahrain Digelar Tanpa Penonton karena Virus Corona

CNN Indonesia | Senin, 09/03/2020 10:04 WIB
F1 Bahrain Digelar Tanpa Penonton karena Virus Corona F1 Bahrain digelar tanpa penonton karena virus corona. (Manor Grand Prix Racing Ltd)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ajang balap Formula 1 (F1) Bahrain di Sirkuit Internasional Bahrain pada 20-22 Maret, bakal digelar tanpa penonton karena wabah virus corona.

Gelaran F1 Bahrain merupakan seri kedua dalam ajang balapan jet darat musim ini. Seri pertama akan digelar di Australia pada 12-15 Maret.

Meski demikian, pihak penyelenggara lokal memastikan gelaran F1 Bahrain akan digelar tanpa penonton. Kebijakan itu dilakukan untuk mencegah persebaran virus corona.


Terlebih, Bahrain termasuk negara yang paling banyak terkena virus corona di Timur Tengah setelah Iran. Total 83 orang di Bahrain tertular virus corona.

Ilustrasi balapan F1 Bahrain. (Ilustrasi balapan F1 Bahrain. (Manor Grand Prix Racing Ltd)
Sebagai antisipasi, seperti dilansir dari CNN, pihak penyelenggara tetap menggelar F1 di Sirkuit Internasional Bahrain tapi tanpa penonton.

"Dengan alasan Covid-19 [virus corona] yang terus menyebar, menggelar event olahraga besar yang terbuka untuk publik dan mendatangkan ribuan pengunjung luar negeri dan lokal bukan sesuatu yang tepat."

"Namun untuk memastikan ajang olahraga global ini berjalan, balapan ini tetap akan digelar sebagai event yang hanya bisa disaksikan dari televisi," demikian keterangan pihak F1 Bahrain, dikutip dari CNN.

Pemerintah Bahrain juga amat mewaspadai persebaran virus corona dengan membuat larangan izin keramaian di sejumlah kota.

F1 Bahrain Digelar Tanpa Penonton karena Wabah Corona
Sebelumnya, pihak penyelenggara memastikan menunda gelaran F1 China yang sedianya digelar 17-19 April. Mengacu jadwal, F1 China jadi seri keempat musim ini.

Sementara itu, Australia sebagai tuan rumah seri pertama F1 memastikan event di negara tersebut akan digelar sesuai jadwal. F1 Australia dijadwalkan diadakan pada 12-15 Maret.

CNN melaporkan sedikitnya 105 event olahraga lokal maupun internasional terganggu penyebaran virus corona. (bac/jun)