Hermann Tilke, Perancang Sirkuit Formula E Jakarta

CNN Indonesia | Kamis, 06/02/2020 16:21 WIB
Hermann Tilke, Perancang Sirkuit Formula E Jakarta Hermann Tilke adalah perancang legendaris sirkuit balapan F1. (SAMIRA BOUHIN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perancang sirkuit asal Jerman, Hermann Tilke, merupakan desainer sirkuit Formula E Jakarta yang rencananya akan menjadi lintasan balap pada 6 Juni 2020.

Tilke adalah desainer sirkuit legendaris untuk balap mobil Formula 1 (F1). Pria 65 tahun itu memulai karier dalam merancang sirkuit sebagai pebalap.

Tilke membalap di era 1980-an dalam balapan mobil touring di Jerman, terutama di Sirkuit Nurburgring Nordschleife. Pada 2003 dan 2004, Tilke menjuarai beberapa balapan di VLN bersama Dirk Adolf.


Setelah menyelesaikan gelar Program Teknik Sipil dengan spesialisasi Manajemen Transportasi dan Lalu Lintas di FH Aachen, Tilke mendirikan badan usaha sendiri dengan menggunakan namanya, Tilke Engineers and Architects.

Usaha Tilke tersebut tidak semata fokus pada perancangan atau pembuatan sirkuit mobil balap, melainkan hotel, perencanaan kota, perumahan, dan industri lain.

Tilke adalah salah satu dari empat desainer yang diakui FIA, Federasi Otomotif Internasional, yang ditugaskan merancang trek balapan F1.

Proyek pertama yang didapat Tilke dari balapan F1 adalah merancang dan membangun akses jalan pendek di Sirkuit Nurburgring terkait balapan yang digelar di sana. Setelah itu ia mengerjakan Sirkuit Osterreichring di Austria yang kini bernama Red Bull Ring.

Pria kelahiran Olpe, Jerman, itu dilibatkan dalam perubahan besar sejumlah sirkuit di Eropa. Mulai dari Hockenheimring, Catalunya, Nurburgring, dan Sirkuit Fuji di Jepang.

Sirkuit Marina Bay Singapura merupakan salah satu karya Hermann Tilke.Sirkuit Marina Bay Singapura merupakan salah satu karya Hermann Tilke. (AP Photo/Lim Yong Teck)
Dalam perkembangannya, Tilke sukses mengamankan sejumlah kontrak besar dalam pembangunan sirkuit mewah baik di kawasan Asia maupun Eropa Timur.

Sejumlah karya besar Tilke itu adalah: Sirkuit Sepang Malaysia, Sirkuit Internasional Bahrain, Sirkuit Internasional Shanghai, Sirkuit Istanbul, Sirkuit Jalanan Valencia, Sirkuit Jalanan Marina Bay Singapura, hingga Sirkuit Internasional Buddh.

Yang terbaru, Hermann Tilke membangun Sirkuit Jalanan Hanoi untuk Formula 1 Vietnam pada musim ini. Vietnam jadi negara ASEAN ketiga setelah Malaysia dan Singapura yang menggelar F1.

Di luar kehebatan dalam merancang sirkuit mewah, Tilke ternyata juga menuai kritik atas karya-karyanya tersebut. Tilke disebut kerap menciptakan sirkuit baru yang membosankan untuk balapan F1.

[Gambas:Video CNN]

Kebosanan itu muncul dari kurangnya kesempatan pebalap untuk menyalip dan desain sirkuit yang nyaris serupa dari tahun ke tahun.

Dalam kesempatan wawancara dengan La Repubblica, Tilke menjelaskan beberapa hal yang jadi tantangan dalam mendesain sirkuit.

Menurut Tilke, saat hendak merancang ada tanah yang akan dibangun sirkuit namun bukan milik penyelenggara, nilai sejarah yang harus dihormati, hingga ketinggian tanah. Saat membangun sirkuit di Shanghai, Tilke dan timnya juga memerhatikan filosofi feng shui.

Hermann Tilke, Perancang Sirkuit Formula E Jakarta
"Lalu ada aturan keselamatan dan keamanan. Kecelakaan Ayrton Senna di [Sirkuit] Imola mengajarkan kami hal ini," ucap Tilke dikutip dari Planet F1.

"Ada juga masalah biaya. Investor menginginkan fasilitas serbaguna. Biaya untuk sirkuit Formula 1 berkisar dari 100 juta hingga satu miliar. Seperti yang terjadi di Abu Dhabi, sirkuitnya tergabung dengan hotel," ucap Tilke menambahkan.

Di dunia maya banyak beredar denah sirkuit yang akan digunakan untuk balapan mobil listrik Formula E Jakarta. Dalam denah itu terpasang lambang perusahaan milik Tilke. Sirkuit tersebut memiliki panjang 2,7 kilometer dengan memiliki 13 tikungan.

Akan tetapi, pelaksanaan Formula E Jakarta saat ini sedikit dipersoalkan lantaran Sekretariat Negara melarang Pemprov DKI Jakarta menggunakan area dalam Monumen Nasional untuk balapan tersebut. (sry/har)