Kedatangan Bobotoh ke Malang didahului tiga pentolan suporter Persib yang datang lebih awal, termasuk di antaranya Ketua Viking Persib Club (VPC) Heru Joko. Heru Joko dkk ingin memastikan situasi kondusif di Malang saat menerima kehadiran Bobotoh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kemarin ada momen bagus, lalu disikapi dengan bagus oleh kedua belah pihak [Bobotoh dan Aremania]. Kami mendapat undangan dari kepolisian di sana, negara ada di sepak bola. Di medsos [media sosial] juga dilihatnya positif. Kami senang ada perubahan, ada proses bagus dari pihak keamanan mengundang kami," ucap Heru Joko.
Ilustrasi bobotoh saat memberikan dukungan untuk Persib Bandung. (CNN Indonesia/Ahmad Bachrain) |
Sambutan hangat Aremania di Malang membuat Heru berjanji untuk membalas kebaikan itu ketika Arema tandang ke markas Persib di laga selanjutnya.
"Ke depan akan banyak koordinasi, kami harus bersatu membantu proses [perdamaian] ini. Kami akan kooperatif supaya polisi bisa mengeluarkan izin karena ini penting. Kami berharap ke depan semua suporter bisa ada di satu tribune yang sama untuk mendukung klubnya masing-masing," ucap Heru.
Cerita lain datang dari salah satu pentolan Aremania, Ahmad Ghazali. Meski belum memperbolehkan Bobotoh masuk ke Stadion Kanjuruhan, Malang, tapi ia menyebut ini sebagai langkah positif rekonsiliasi di antara kedua kelompok suporter.
[Gambas:Video CNN]
Sebanyak 15 Bobotoh yang datang menggunakan kereta api dari Bandung, dijemput dan diperlakukan dengan baik saat tiba di Malang pada Minggu (8/3). Mereka dibawa ke Polsek setempat untuk menyaksikan pertandingan dengan acara nonton bareng bersama perwakilan dari Aremania.
Ghazali dan teman-teman Aremania lainnya sadar, untuk menciptakan perdamaian tidak bisa dipaksakan dalam waktu yang singkat. Butuh proses agar keinginan mulia ini bisa terwujud di waktu mendatang.
"Kami ajak mereka nobar di Polsek. Memang belum masuk ke lapangan tetapi sejak turun dari kereta api kami jaga mereka baik-baik. Kami jaga supaya nanti tidak ada oknum yang salah paham," ungkap Ghazali.
"Kami juga sempat tanya, kalau ada teman-teman Bobotoh yang punya saudara atau kerabat di Malang dan mau mampir kami siap untuk bantu. Bahkan, hotel tempat pemain Persib menginap juga dijaga oleh Korwil [Koordinator Wilayah] Aremania selama 24 jam supaya Persib merasa aman di Malang."
Ghazali mengatakan Aremania dan Bobotoh adalah saudara. Terpenting, keduanya masih sama-sama bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kami sayangkan ada media yang sengaja menciptakan situasi bahwa tidak adanya perdamaian. Perdamaian ini tidak semudah itu, perlu proses. Intinya, ini langkah awal menuju proses ke depan yang lebih baik. Butuh ketulusan dan keikhlasan menjalankannya. Ini sebuah perjuangan buat kita semua," terang Ghazali. (ttf/jal)
Ilustrasi bobotoh saat memberikan dukungan untuk Persib Bandung. (CNN Indonesia/Ahmad Bachrain)