Atletico lolos ke perempat final usai mengalahkan Liverpool 3-2 di Stadion Anfield, Kamis (12/3) dini hari WIB. Tim arahan Diego Simeone menang dengan agregat 4-2 atas The Reds setelah pada leg pertama menang 1-0.
Lihat juga:Level Liverpool Sebatas Kompetisi Lokal |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simeone memainkan Llorente menggantikan Diego Costa pada menit ke-56 ketika Liverpool unggul 1-0 atas Atletico. Sementara Morata masuk menggantikan Joao Felix pada menit ke-103 ketika The Reds unggul 2-0 atas tim tamu.
Marcos Llorente mencetak gol pertamanya ke gawang Liverpool. F(JAVIER SORIANO / AFP) |
Meski demikian, kehadiran Llorente dan Morata jelas menjadi pembeda bagi The Reds. Llorente berhasil membuat Liverpool tertekan dengan mencetak gol memperkecil ketinggalan Atletico menjadi 1-2 pada menit ke-105.
Kiper asal Spanyol itu mencoba membuang bola back pass dari rekannya. Namun, bola yang ditendang terlalu rendah sehingga jatuh di kaki Joao Felix.
Felix langsung melihat celah kosong pertahanan Liverpool dan mengoper bola kepada Llorente. Gelandang Los Rojiblancos itu pun segera merangsek dan melepas tembakan mendatar ke arah gawang sebelah kiri yang tak mampu dijangkau Adrian.
Gol Llorente itu pun memupus ambisi Liverpool meraih tiket perempat final. Pasalnya, Liverpool harus mencetak dua gol lagi di laga itu jika ingin lolos dengan kemenangan selisih dua gol. Pada leg pertama, mereka kalah 0-1 dari Atletico di Stadion Wanda Metropolitano.
Aksi Llorente benar-benar mengubur harapan Liverpool setelah dia kembali mencetak gol pada menit ke-105. Golnya kali ini tercipta berkat assist dari Morata.
Ekspresi kesedihan Adrian setelah Liverpool tersingkir dari Liga Champions. (JAVIER SORIANO / AFP) |
Pemain 27 tahun itu melepaskan umpan ke Llorente yang berdiri bebas di depan kotak penalti. Di sana hanya terdapat tiga pemain Liverpool sehingga membuat Llorente leluasa mendapat sudut tembakan.
Mantan pemain Real Madrid itu pun segera melepaskan tembakan mendatar di depan kotak penalti ke arah gawang sebelah kiri. Bola tak mampu dijangkau Adrian dan masuk.
Total dua gol dan satu assist dari Llorente, satu gol serta satu assist dari Morata, benar-benar menjadi mimpi buruk bagi Liverpool di pertandingan itu.
Sebanyak tiga gol Atletico itu juga tak lepas dari kejelian Simeone dalam melakukan pergantian pemain sebagai respons saat tertinggal 0-2.
Saat Liverpool unggul 2-0, pelatih asal Argentina itu langsung mengidentifikasi sumber kemacetan aliran-aliran bola ke depan. Di antaranya di dua ujung tombak yaitu Costa dan Felix.
Klopp Kalah Cerdik dari Simeone
Kehadiran Felix sebagai starter juga sepertinya jadi bagian dari kecerdikan Simeone. Penyerang 20 tahun itu tidak dimainkan pada leg pertama.
Simeone saat itu lebih memilih Morata sebagai starter. Pengganti Morata pada laga tersebut juga bukan Felix, melainkan Vitolo.
Strategi ini yang membuat Klopp terkecoh. Pelatih asal Jerman itu sempat termakan kabar bahwa Simeone terpaksa mencadangkan Morata karena diragukan tampil.
Diego Simeone masih lebih cerdik dari Jurgen Klopp. (AP/Peter Byrne) |
Llorente dan Morata yang sempat disimpan Simeone, justru jadi senjata mematikan sebagai supersub Atletico! (jun)
Marcos Llorente mencetak gol pertamanya ke gawang Liverpool. F(JAVIER SORIANO / AFP)
Ekspresi kesedihan Adrian setelah Liverpool tersingkir dari Liga Champions. (JAVIER SORIANO / AFP)
Diego Simeone masih lebih cerdik dari Jurgen Klopp. (AP/Peter Byrne)