Susy Susanti: Praveen/Melati Masuk Pemain Elite Dunia
CNN Indonesia
Kamis, 19 Mar 2020 18:36 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabid Binpres PBSI Susy Susanti menyebut keberhasilan Praveen Jordan/Melati Daeva juara All England membuat mereka layak masuk ke dalam kelompok pemain elite dunia.
Susy memuji keberhasilan Praveen/Melati menjadi juara All England 2020. Keberhasilan itu dianggap Susy sebagai bukti kemampuan Praveen/Melati.
"Praveen/Melati sudah membuktikan bahwa mereka bisa masuk ke level elite dunia. Sebelumnya mereka juga di beberapa turnamen sebelumnya mampu menjegal pemain elite lain seperti Zheng Siwei/Huang Yaqiong," tutur Susy kepada CNNIndonesia.com.
Susy berharap sukses Praveen/Melati di All England bisa memicu semangat mereka untuk tampil lebih bagus di turnamen besar lainnya.
[Gambas:Video CNN]
"Pada All England, Praveen/Melati benar-benar menunjukkan permainan bagus. Kami berharap mereka juga bisa tampil konsisten di kejuaraan penting lainnya seperti Olimpiade dan Kejuaraan Dunia," kata Susy.
Sukses Praveen/Melati menjadi juara All England membuat mereka naik ke posisi keempat dunia, menggeser Yuta Watanabe/Arisa Higashino. Kemenangan di All England juga membuat Praveen/Melati melanjutkan tren positif di turnamen Eropa karena pada akhir tahun lalu mereka menang di Denmark dan Prancis.
Sementara itu terkait kekalahan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Susy menganggap hal itu dipengaruhi penampilan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe yang berada dalam kondisi terbaik. Kevin/Marcus kini telah menelan enam kekalahan beruntun dari Endo/Watanabe.
"Mereka [Endo/Watanabe] benar-benar bermain bersih, sedangkan kami [Kevin/Marcus] kurang beruntung]," tutur Susy. (ptr/har)
Susy memuji keberhasilan Praveen/Melati menjadi juara All England 2020. Keberhasilan itu dianggap Susy sebagai bukti kemampuan Praveen/Melati.
Lihat juga:Gelar Liverpool Terancam, Klopp Tetap Santai |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Sukses Praveen/Melati menjadi juara All England membuat mereka naik ke posisi keempat dunia, menggeser Yuta Watanabe/Arisa Higashino. Kemenangan di All England juga membuat Praveen/Melati melanjutkan tren positif di turnamen Eropa karena pada akhir tahun lalu mereka menang di Denmark dan Prancis.
Sementara itu terkait kekalahan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Susy menganggap hal itu dipengaruhi penampilan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe yang berada dalam kondisi terbaik. Kevin/Marcus kini telah menelan enam kekalahan beruntun dari Endo/Watanabe.
"Mereka [Endo/Watanabe] benar-benar bermain bersih, sedangkan kami [Kevin/Marcus] kurang beruntung]," tutur Susy. (ptr/har)
