Bercanda Soal Corona, Petenis Brasil Tuai Kecaman Publik

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 20:45 WIB
Petenis asal Brasil, Joao Souza, bergurau soal virus corona di media sosial yang membuat publik ramai-ramai memberikan kecaman. Joao Souza bercanda di tengah pandemi corona. (AFP/THIAGO PEDRO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petenis asal Brasil, Joao Souza, dikecam oleh publik karena bercanda terkait pandemi corona di media sosial. Souza bergurau dengan mengatakan sang adik jadi pembawa virus corona ke Mogi das Cruzes, salah satu daerah di Brasil.

Souza menggunggah video guyonan terkait Covid-19 di media sosial Instagram pada Sabtu (21/3) waktu setempat.

"Anda membawa virus corona ke Mogi das Cruzes. Pemerintah daerah Mogi menyatakan keadaan darurat karena wanita malang di sini," ucap Souza yang ditujukan pada sang adik, Maria Clara.


Dilansir Daily Mail, kelakar tersebut menuai kecaman dari banyak pihak di media sosial. Beberapa orang juga menyerukan agar Souza ditangkap oleh pihak kepolisian.

Bercanda Terkait Corona, Petenis Brasil Tuai Kecaman Publik
Petenis berusia 31 itu sudah menghapus unggahan yang menimbulkan kontroversi tersebut. Ia pun menuliskan permintaan maaf jika ada pihak yang tersinggung karena guyonan yang diunggah, sembari menyatakan ia dan sang adik saat ini berada di rumah dan dalam keadaan sehat.

Souza cukup akrab dengan kontroversi sepanjang kariernya. Pada Maret 2019 lalu, ia dijatuhi sanksi larangan bertanding seumur hidup karena terlibat kasus pengaturan skor.

Bercanda Terkait Corona, Petenis Brasil Tuai Kecaman Publik
Souza terbukti bersalah karena melakukan tindakan tak sportif itu saat tampil di turnamen Challenger dan Futures di Brasil, Meksiko, Amerika Serikat, dan Republik Ceko.

Mogi, negara bagian Sao Paulo, sendiri telah menutup pusat-pusat bisnis dan mengumumkan pembatasan aktivitas di kawasan tersebut. Langkah ini diambil karena ada 71 kasus terkait corona di sana.

Mengacu data Johns Hopkins, sebanyak 1.546 kasus infeksi Covid-19 terjadi di Brasil, dengan 25 orang meninggal dunia hingga hari ini.

[Gambas:Video CNN]

(jal/ptr)